Pembalap muda asal Italia, Andrea Kimi Antonelli, memberikan pandangan mendalam mengenai permasalahan pelanggaran batas lintasan yang menjadi sorotan utama dalam rangkaian akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas (COTA). Sepanjang musim kompetisi Formula 1 tahun ini, pembalap yang mengendarai mobil W17 tersebut beberapa kali kedapatan harus berjuang ekstra keras untuk menjaga kendaraannya tetap berada di dalam garis putih yang ditentukan, sebuah tantangan teknis yang dirasakan oleh banyak pembalap lain di grid.
Kondisi tersebut terlihat sangat jelas pada sesi latihan bebas hari Jumat di Austin, di mana para pengawas balap terpaksa menghapus hingga 207 catatan waktu putaran pembalap akibat pelanggaran batas lintasan selama sesi FP1 dan FP2. Menanggapi tren yang cukup masif ini, pembalap muda andalan skuad Mercedes itu menilai bahwa desain tata letak lintasan yang menantang, dipadukan dengan faktor cuaca berupa embusan angin kencang, menjadi pemicu utama mengapa para pembalap kerap mengambil risiko dengan melebar melewati batas tepi lintasan yang diizinkan.
Menurutnya, karakteristik unik dari sirkuit di Austin menyajikan tingkat kesulitan tersendiri yang menuntut presisi tingkat tinggi dari setiap pengemudi. Perubahan elevasi yang drastis di berbagai tikungan serta arah angin yang tidak menentu membuat kontrol kendaraan menjadi sangat krusial, sehingga kesalahan kecil sedikit saja dapat berakibat fatal pada catatan waktu putaran para pembalap.
“Ini sama sekali tidak mudah; ini adalah lintasan yang sulit dengan banyak perubahan elevasi, dan angin di beberapa tikungan juga terasa cukup aneh,” ungkap Antonelli menjelaskan kompleksitas teknis yang ia hadapi di atas kokpit mobil balapnya akhir pekan ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian besar pelanggaran batas lintasan murni lahir dari kesalahan manusia akibat ban yang terkunci sesaat, yang kemudian memaksa mobil meluncur lebih jauh dari perkiraan. Kendati pihak FIA telah berupaya semaksimal mungkin untuk memperjelas area batas lintasan, karakteristik fisik dari sirkuit yang menyediakan area limpasan aspal sangat luas serta permukaan hijau dengan tingkat cengkeraman tinggi di luar tikungan justru menggoda pembalap untuk mengeksploitasi area tersebut demi mencari kecepatan maksimal.
Baca Juga Kimi Antonelli Ungkap Isyarat Spesial Mercedes Usai Kemenangan Perdana F1“Pelanggaran batas lintasan sebagian besar berasal dari kesalahan; Anda hanya mengalami sedikit penguncian ban, dan kemudian Anda meluncur jauh, meskipun FIA telah berusaha sebaik mungkin untuk memperlebar garis putih,” tambahnya menerangkan situasi di lapangan.
Di sisi teknis garasi, tim yang berbasis di Brackley tersebut memutuskan untuk memasang paket peningkatan performa asal Sepang pada kedua mobil mereka untuk menghadapi persaingan ketat di Circuit of the Americas. Mengenai performa komponen baru tersebut, pembalap berusia 20 tahun itu menyebutkan bahwa mobilnya kini menunjukkan kemajuan yang positif, meskipun karakteristik kerja kendaraan masih berada dalam rentang jendela operasional yang sangat sempit dan sensitif.
“Mobil terasa sedikit lebih baik, dan saya pikir kami melakukan langkah maju yang bagus dibandingkan dengan FP1, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” pungkasnya menutup sesi wawancara media menjelang penentuan posisi start hari Sabtu.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!