Max Verstappen menyebut komponen mobil Red Bull RB22 kerap rusak atau macet, terutama di bagian belakang, dan masalah ini terus menghantuinya sepanjang musim. Keluhan itu muncul setelah ia hanya mampu menempati posisi keenam pada kualifikasi F1 GP Italia di Monza, tertinggal hampir tiga persepuluh detik dari pembalap yang mengejutkan, Pierre Gasly.

Usai sesi latihan bebas yang diwarnai 'disconnect' pada keseimbangan mobil, Max Verstappen mengaku sudah menduga kualifikasi akan sulit. Namun, ketika team principal Laurent Mekies meminta maaf melalui radio atas kekacauan di putaran terakhir, Verstappen melontarkan komentar pedas bahwa RB22 "dibuat dari kertas".

"Kami kadang punya komponen yang rusak atau macet. Saya sudah merasakannya cukup sering sepanjang musim," ujar Verstappen kepada media Belanda di paddock. "Kadang terjadi di latihan dan masih bisa diperbaiki untuk hari berikutnya. Kadang terjadi saat balapan, seperti yang saya alami di Austria, dan sekarang terjadi antara FP3 dan kualifikasi."

- Advertisement -
Advertisement

Akibatnya, mobil tidak mampu melewati gundukan dan trotoar dengan baik. "Mobil kami memantul jauh lebih keras, dan kami kehilangan banyak waktu putaran karena itu," tambahnya. Verstappen menegaskan masalah ada di bagian belakang RB22, namun enggan merinci lebih jauh. Ia hanya menekankan bahwa komponen tertentu di area tersebut "tidak cukup baik" untuk bertahan dalam satu akhir pekan balapan.

Yang menarik, keluhan ini dianggap aneh karena regulasi teknis berubah total pada 2026 dan semua komponen mobil tahun ini seharusnya baru. Namun, Verstappen mengaku sudah menghadapi masalah serupa selama bertahun-tahun. "Tim memang mendengarkan saya dan mencoba menyelesaikannya, tapi saat ini mereka belum berhasil," katanya. "Di Zandvoort saya tidak menyelesaikan satu putaran pun, jadi tidak tahu bagaimana perkembangannya. Tapi ya, ini sering terjadi."

Baca Juga Norris Makin Tajam Usai Rebut Gelar, Kata Stella

Dampaknya, Red Bull harus bekerja ekstra untuk memperbaiki daya tahan komponen. Verstappen bahkan mengakui ia kini mengurangi risiko di beberapa momen dibanding musim-musim sebelumnya. "Saya sudah beberapa kali mengalaminya musim ini, di mana saya sengaja menahan diri. Kalau Anda sedang memperebutkan posisi ketujuh, memang tidak seharusnya memacu terlalu agresif," tuturnya.

Masalah ini semakin memperumit upaya Red Bull untuk bersaing di papan atas. Meski Verstappen masih optimistis, ia menegaskan bahwa solusi jangka panjang sangat dibutuhkan agar RB22 tidak lagi "seperti kertas" di sirkuit-sirkuit dengan gundukan keras seperti Monza.