Lance Stroll mencatatkan namanya dalam buku rekor Formula 1, meski dengan cara yang tak ingin dikenangnya. Pebalap Aston Martin itu menjadi yang pertama mencapai 100 kali eliminasi Q1 sejak sistem kualifikasi tiga bagian diperkenalkan pada 2006.

Start dari posisi terakhir di Grand Prix Italia, Minggu (6/9/2026), Stroll tertinggal kurang dari sepersepuluh detik dari rekan setimnya, Fernando Alonso, yang gagal menyelesaikan putaran terakhirnya. Ini adalah akhir pekan yang berat bagi Aston Martin, yang meski mendapat pembaruan mesin Honda di Zandvoort, tetap kesulitan mengejar ketertinggalan daya.

Mobil AMR26 tercatat selalu tertinggal 20 km/jam dari mobil Mercedes, yang berkontribusi pada defisit 2,6 detik dari Pierre Gasly di Q1. Stroll, dengan gaya khasnya yang datar, mengaku tidak terkejut dengan kurangnya performa timnya. "Sudah sesuai ekspektasi dengan mesin. Kami tertinggal tiga detik, jadi kami tidak akan bisa bertahan dengan kelompok depan besok," ujarnya singkat.

- Advertisement -
Advertisement

Eliminasi Q1 pertamanya terjadi di Grand Prix Australia 2017, saat membela Williams. Kala itu, ia tertinggal sembilan persepuluh detik dari Marcus Ericsson. Namun, ia bangkit dengan penampilan Q3 di Shanghai, sebelum akhirnya meraih poin perdana di Kanada dan podium liar di Azerbaijan. Puncak kariernya datang di Turki 2020, saat merebut pole position dalam kondisi basah.

Baca Juga Mercedes Buka Suara: Team Order di Belanda Demi Selamatkan Russell

Namun, musim-musim terakhirnya justru dihabiskan untuk berjuang keluar dari zona degradasi. Rekor ini diperparah oleh musim 2018 yang sulit bersama Williams, di mana ia tersingkir di Q1 sebanyak 15 kali. Musim ini, Stroll belum sekalipun berhasil melewati Q1, menjadikannya simbol keterpurukan Aston Martin yang sedang dalam masa transisi.