Tantangan unik dari balapan Formula 1 di sirkuit tertinggi musim ini menjadi semakin berat di Meksiko. Masalah ini juga datang bersamaan dengan sisa-sisa rasa frustrasi dari grand prix akhir pekan lalu di Amerika Serikat. GP Meksiko tahun ini menandai era modern baru di mana mesin V6 hybrid F1 berjalan sepenuhnya tanpa komponen MGU-H.
Ketinggian geografis Kota Meksiko secara tradisional selalu memberikan tekanan ekstra pada turbocharger. Kurangnya kepadatan udara menuntut seluruh komponen mekanis berfungsi pada putaran per menit atau RPM yang jauh lebih tinggi. Menurut Kepala Teknik Lintasan Honda, Shintaro Orihara, hilangnya MGU-H untuk regulasi mesin baru membuat proses mencapai tekanan dorong atau boost pressure yang memadai menjadi jauh lebih sulit. Ia bahkan menyebut kondisi ini sebagai tantangan yang sangat pelik.
Shintaro Orihara menjelaskan bahwa tahun lalu mereka masih mendapatkan dukungan penuh dari MGU-H. Namun, ketiadaan komponen tersebut pada musim ini menciptakan perbedaan yang sangat masif, bahkan sekadar untuk menjaga kondisi putaran stasioner atau idle agar mendapatkan tekanan dorong yang cukup. Masalah jeda turbo atau turbo lag kini menjadi topik paling krusial dan menarik perhatian seluruh pabrikan di sirkuit ini.
"Tahun lalu kami memiliki MGU-H, jadi kami mendapat beberapa dukungan dari MGU-H, tetapi tahun ini kami tidak mempunyainya, jadi ini cukup menantang," ujar Shintaro Orihara. Ia menambahkan bahwa kecepatan turbocharger di Meksiko biasanya dipacu sangat tinggi untuk mendapatkan aliran udara yang cukup. Meski pengujian dyno ekstensif telah dilakukan dengan keyakinan dampak yang minim, pemeriksaan ketat di sesi latihan bebas tetap wajib dijalankan oleh semua produsen mesin.
Baca Juga Antonelli Ungkap Kerusakan Parah di Lantai Mobil Usai Sprint Qualifying BelandaKekhawatiran serupa turut dirasakan oleh kubu Audi yang tidak memasang target terlalu tinggi untuk akhir pekan ini. Pembalap mereka, Gabriel Bortoleto, mengakui bahwa ukuran turbocharger yang lebih besar pada unit daya mereka akan berjuang lebih keras dari biasanya untuk berputar pada kecepatan yang disyaratkan serta menghindari jeda turbo yang melumpuhkan.
"Ini tidak akan mudah bagi kami, terutama di sektor terakhir itu, sangat penting untuk menjaga boost tetap naik," ucap Gabriel Bortoleto menyoroti karakter tikungan lambat di sirkuit tersebut. Tantangan teknis yang kompleks ini memastikan bahwa manajemen energi baterai dan ketahanan unit daya akan menjadi penentu utama dalam perebutan podium tertinggi di Autodromo Hermanos Rodriguez.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!