Pembalap Max Verstappen memberikan tanggapan terbuka mengenai keinginan mantan rekan setimnya di Formula 1, Daniel Ricciardo, untuk berduet dalam ajang balap ketahanan legendaris Le Mans 24 Hours. Wacana ini mencuat setelah Ricciardo secara terbuka menyatakan hasratnya untuk kembali berbagi kokpit dengan sang juara dunia, meski ia sendiri telah meninggalkan kancah balap Formula 1 menyusul penampilannya di Grand Prix Singapura 2024. Hubungan kedua pembalap yang sempat menjadi partner di Red Bull Racing pada periode 2016 hingga 2018 ini kembali menjadi sorotan hangat di kalangan pecinta motorsport global.
Dalam siniar Beyond the Grid milik Formula 1, Ricciardo mengungkapkan bahwa dirinya tidak ragu untuk menempatkan Verstappen sebagai pilihan teratas dalam daftar rekan setim impiannya jika kelak turun di ajang Le Mans. Pembalap asal Australia berusia 37 tahun tersebut menyampaikan pandangannya mengenai peluang tampil dalam balapan satu kali kesempatan atau one-off outing. "Saya tidak ingin memberi tekanan padanya, tetapi jelas Max adalah nama yang akan berada di urutan teratas," ujar Ricciardo saat membahas prospek tampil di sirkuit Circuit de la Sarthe.
Menanggapi gagasan tersebut jelang gelaran Grand Prix Meksiko, Verstappen melontarkan candaan ringan bahwa mantan rekan setimnya itu adalah orang yang cerdas karena telah memilih dirinya sebagai tandem di dalam mobil balap. "Dia pria yang cerdas untuk memilih saya di dalam mobil," ungkap Verstappen kepada para awak media yang menemuinya di Mexico City. Kendati menyambut baik ide tersebut, pembalap asal Belanda itu menegaskan bahwa partisipasi dalam ajang balap ketahanan kategori dunia tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan membutuhkan komitmen waktu yang sangat masif.
Lebih lanjut, Verstappen menjelaskan bahwa dirinya belum bisa memastikan kapan proyek ambisius tersebut dapat terwujud karena keterbatasan waktu luang di tengah kesibukan jadwal Formula 1 yang sangat padat. "Namun kita harus melihatnya. Itu sangat bergantung pada banyak hal. Juga bagi saya, jika saya ingin melakukannya, saya ingin melakukannya secara benar dengan persiapan yang sangat matang. Saat ini saya tidak dapat melakukan itu. Saya tidak memiliki waktu luang untuk didedikasikan pada proyek Le Mans dengan semua hal lain yang juga saya lakukan di luar Formula 1," tegas peraih empat gelar juara dunia tersebut.
Baca Juga Sprint F1 di Monaco: Ide Brilian atau Justru Kegilaan?Verstappen juga mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak sebenarnya telah melakukan pembicaraan secara pribadi mengenai wacana berbagi kokpit di Le Mans jauh sebelum pernyataan tersebut disiarkan oleh media. Ia menilai bahwa Ricciardo memiliki pandangan yang serupa, yakni terbuka pada peluang balapan satu kali namun enggan kembali secara penuh untuk semusim penuh. "Ya, kami sudah berbicara. Tetapi juga, saya pikir baik dari pihak saya atau pihak dia, saya tidak berpikir kami adalah tipe orang yang selalu perlu membagikan segalanya. Kami berbicara tentang banyak hal di latar belakang," tambahnya.
Aspek kesiapan kompetitif menjadi poin krusial bagi Verstappen, yang menekankan bahwa jika proyek supertim ini benar-benar terwujud, maka tujuannya harus berorientasi pada peluang nyata untuk meraih kemenangan. Untuk dapat bersaing melawan para pembalap profesional yang turun secara penuh sepanjang musim, persiapan intensif dan penentuan waktu yang tepat menjadi harga mati. Wacana ini bahkan semakin menarik setelah Sebastian Vettel sebelumnya juga sempat menggoda prospek pembentukan supertim impian bersama Verstappen, sementara diskusi serupa juga pernah melibatkan nama besar lainnya seperti Fernando Alonso.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!