Menjelang rangkaian akhir pekan Formula 1 Grand Prix Meksiko yang sangat dinantikan, paddock mendadak dikejutkan oleh kabar kurang menyenangkan dari dua garasi tim berbeda. Dua pembalap papan atas harus didera masalah kesehatan pada hari Kamis, memaksa mereka untuk absen dari seluruh kewajiban media wajib yang telah dijadwalkan sebelumnya demi memulihkan kondisi fisik mereka masing-masing agar bisa turun ke lintasan.
Situasi ini dialami langsung oleh bintang muda asal Italia yang kini memimpin klasemen kejuaraan dunia, Kimi Antonelli, serta pembalap berpengalaman asal Finlandia dari kubu skuad Amerika, Valtteri Bottas. Kedua tim terpaksa mengambil langkah pencegahan yang ketat agar kondisi fisik pembalap mereka tidak semakin memburuk menjelang sesi latihan bebas pertama yang krusial pada hari Jumat mendatang.
Pihak tim Mercedes mengonfirmasi secara resmi bahwa pemuda berusia 20 tahun tersebut sedang dalam masa pemulihan dari infeksi virus ringan yang membuatnya merasa kurang enak badan. "Kimi sedang merasa tidak enak badan hari ini saat ia sedang memulihkan diri dari penyakit virus," demikian pernyataan resmi dari skuad panah perak. Berkat kondisi tersebut, FIA memberikan izin khusus bagi sang pemimpin klasemen untuk melewatkan kewajiban media hari Kamis, sementara manajemen tim meyakini ia akan kembali bugar tepat waktu.
Di garasi yang berbeda, tim Cadillac juga mengambil keputusan serupa untuk memberikan waktu istirahat total bagi Valtteri Bottas alih-alih membiarkannya memenuhi jadwal jumpa pers. Pihak tim menegaskan bahwa keputusan ini murni sebagai langkah pencegahan medis dan sama sekali tidak mengancam partisipasinya dalam sisa rangkaian akhir pekan balapan. "Ini adalah langkah pencegahan dan saat ini tidak memengaruhi partisipasinya dalam sisa akhir pekan balapan," ungkap perwakilan tim sambil terus memantau proses pemulihan sang pembalap.
Baca Juga Mercedes Konfirmasi Frederik Vesti Gantikan George Russell di FP1 GP MeksikoBagi Kimi Antonelli, akhir pekan di Meksiko ini memiliki arti yang sangat monumental karena ia berada di ambang sejarah besar untuk mengunci gelar juara dunia Formula 1 pertamanya. Unggul jauh dengan selisih 123 poin dari rekan setimnya serta unggul tipis atas para rival di belakangnya, ia hanya membutuhkan finis di posisi kesembilan pada balapan hari Minggu untuk mengukir rekor gemilang. Jika berhasil, ia akan dinobatkan sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah F1 sekaligus pembalap Italia pertama yang meraih mahkota juara sejak Alberto Ascari pada tahun 1953.
Sementara itu, situasi yang dihadapi oleh Valtteri Bottas di tim Cadillac jauh lebih kompleks karena ia tengah berjuang keras mengamankan finis perdananya di zona poin dalam musim debut tim. Di tengah ketidakpastian masa depannya untuk tahun 2027—terutama setelah rekan setimnya dipastikan mendapat perpanjangan kontrak jangka panjang—Bottas tetap menunjukkan rasa percaya diri tinggi. Meskipun prinsipal tim belum memberikan konfirmasi resmi mengenai status kontraknya, sang pembalap menegaskan bahwa dirinya memiliki kesepakatan multi-tahun yang sah.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!