Menatap rangkaian balapan krusial di Benua Amerika, Audi dipastikan akan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk melibas perolehan poin Haas dalam klasemen sementara Kejuaraan Dunia Konstruktori. Persaingan ketat ini akan dimulai secara resmi pada akhir pekan mendatang di Sirkuit Americas, Texas, yang notabene merupakan balapan kandang bagi skuad Haas. Dengan menyisakan enam seri terakhir musim ini, tensi perebutan posisi ketat antar tim papan tengah semakin memanas dan menjanjikan tontonan yang sangat kompetitif bagi para pecinta ajang balap jet darat.

Meskipun debutan sensasional Oliver Bearman sukses mengamankan posisi keenam dalam balapan Sprint Grand Prix Singapura beberapa waktu lalu, konsistensi yang ditunjukkan oleh Nico Hulkenberg di Marina Bay justru memberikan keuntungan signifikan. Keberhasilan pembalap berpengalaman asal Jerman tersebut finis di zona poin krusial berhasil memangkas selisih poin di klasemen konstruktori. Saat ini, jarak antara Audi dan Haas hanya terpaut tipis tujuh angka saja, sebuah defisit yang sangat mungkin untuk dikejar dalam beberapa seri pamungkas musim ini.

Menyongsong akhir pekan di Texas, target utama bagi Hulkenberg tentu saja mempertahankan momentum positif dan mendulang poin maksimal untuk tim. Sepanjang karier panjangnya di kancah Formula 1, catatan terbaik pembalap senior berusia 39 tahun tersebut di Sirkuit Austin adalah finis di posisi keenam sebanyak dua kali. Pengalaman matang ini diyakini akan menjadi modal berharga dalam menghadapi karakteristik lintasan yang menuntut ketepatan teknis tinggi serta stamina fisik yang prima dari setiap pembalap di atas grid.

- Advertisement -
Advertisement

Menanggapi persiapan jelang GP Amerika Serikat, Hulkenberg mengungkapkan antusiasmenya yang besar untuk segera kembali mengaspal di lintasan ikonik tersebut. "Singapura adalah akhir yang luar biasa untuk rangkaian tiga balapan beruntun, dan sangat menyenangkan bisa membalas kerja keras tim dengan perolehan poin penting," ujar Hulkenberg seperti dilansir dari FormulaPassion. Ia menambahkan, "Kami tentu menikmatinya, tetapi di Formula 1 Anda dinilai dari performa terakhir; oleh karena itu, fokus kami kini sepenuhnya tertuju pada Austin. COTA adalah sirkuit yang fantastis untuk dikendarai, dengan kombinasi tikungan cepat, sektor teknis, dan peluang menyalip yang nyata. Atmosfer dari penonton Texas selalu luar biasa."

Baca Juga FIA Umumkan Solusi Perangkat Lunak F1 Usai Kekacauan Sepang

Di sisi garasi sebelah, situasi sedikit berbeda dialami oleh rekan setimnya asal Brasil, Gabriel Bortoleto, yang tengah berburu konsistensi setelah terakhir kali mencicipi zona poin pada Grand Prix Belgia pertengahan Juli lalu. Setelah mengalami akhir pekan yang kurang memuaskan di Malaysia serta harus menerima kenyataan pahit gagal finis akibat insiden di Singapura pada lintasan yang belum pernah ia kenal sebelumnya, Bortoleto bertekad memutus tren negatif tersebut. Tekad kuat terpancar dari sang pembalap debutan untuk segera bangkit dan memaksimalkan potensi mobilnya demi membantu ambisi besar Audi di akhir musim.

Bortoleto menyambut antusias kembalinya kalender balap ke tanah Amerika dan siap menghadapi tantangan berat dalam sisa musim ini. "Austin selalu menawarkan akhir pekan yang menyenangkan dan atmosfer yang luar biasa, jadi saya sangat senang bisa kembali ke Texas," ungkap Bortoleto. Ia menegaskan, "Dalam beberapa balapan terakhir, hasil yang didapat tidak sesuai harapan, jadi saya sangat termotivasi untuk turun ke lintasan dan mencoba lagi. Kami sempat begitu dekat dengan posisi sepuluh besar dalam beberapa kesempatan, dan saya sangat ingin mengubah kecepatan itu menjadi hasil nyata. Ini adalah awal dari tiga balapan beruntun, dan saya siap memberikan segalanya."