Banten, Nusantara Media - Sebuah insiden laut membahayakan nyawa terjadi di perairan sekitar Pulau Tempurung, di mana sebuah kapal dilaporkan terhantam ombak besar dan terbalik saat sedang memancing. Peristiwa tragis ini merenggut dua korban jiwa, sementara satu orang lainnya berhasil menyelamatkan diri setelah berjuang di tengah laut selama lebih dari satu jam. Musibah ini langsung memicu operasi penyelamatan darurat yang melibatkan awak kapal lain serta para nelayan lokal setempat yang sigap memberikan pertolongan pertama di tengah kondisi perairan yang berbahaya.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun oleh tim peliput di lapangan, musibah bermula ketika kapal yang ditumpangi oleh para korban dihantam oleh ombak besar secara tiba-tiba hingga mengakibatkan kapal tersebut terbalik. Dalam kondisi panik dan darurat, para korban sempat berusaha bertahan hidup dengan mengapung di atas permukaan air laut selama kurang lebih satu jam 30 menit sebelum akhirnya ditemukan oleh pihak lain yang melintas di sekitar lokasi kejadian perkara.

Penyelamatan pertama bermula dari atas Kapal Sagita pada pukul 15.20 waktu setempat, di mana salah satu penumpang kapal tersebut melihat adanya korban yang sedang mengapung di perairan Pulau Tempurung. Menanggapi situasi darurat tersebut, kapten dan awak kapal Sagita segera melakukan manuver taktis untuk mendekati titik korban dan melakukan proses evakuasi darurat dengan melemparkan pelampung ringboy ke air guna menyelamatkan korban yang masih bertahan hidup.

- Advertisement -
Advertisement

Korban yang berhasil diselamatkan dari atas Kapal Sagita diketahui bernama Ujang Sutisna, seorang pria berusia 34 tahun yang berasal dari Kota Serang. Setelah berhasil dievakuasi dari tengah laut, Ujang segera dibawa menuju Pelabuhan Merak sebelum akhirnya dirujuk lebih lanjut ke Puskesmas Pulo Merak untuk mendapatkan penanganan medis intensif akibat syok dan kelelahan setelah berjuang di tengah ombak laut lepas.

Baca Juga Pohon Tumbang Tewaskan 1 Pengendara Motor di Jalan Raya Kota Gajah

Sementara itu, dua rekan korban lainnya dinyatakan meninggal dunia dalam insiden nahas tersebut. Korban pertama diidentifikasi bernama Afendi, berusia 36 tahun dengan tinggi badan 165 cm serta memiliki ciri-ciri fisik rambut hitam keriting, yang juga merupakan warga asal Kota Serang. Adapun korban meninggal dunia kedua bernama Sugiarto, berusia 38 tahun, yang tercatat sebagai warga asal Temu putih Cilegon.

content_6adf440e424a1.jpg

Keterangan resmi mengenai detik-detik penyelamatan dan kronologi kecelakaan laut ini diperkuat langsung oleh penjelasan dari korban selamat. Ujang Sutisna menjelaskan bahwa kapal mereka hancur dan terbalik setelah dihantam ombak kuat ketika sedang memancing di sekitar area perairan tersebut. Setelah proses pencarian dan evakuasi di laut, kedua jenazah korban meninggal dunia langsung dievakuasi dan dibawa oleh kapal nelayan menuju Pantai Mabak untuk penanganan lanjutan pihak berwenang.