Akhir pekan Grand Prix Sao Paulo di Brasil menyimpan momen emosional yang mendalam bagi garasi Red Bull. Balapan tersebut menandai penampilan terakhir Ole Schack sebagai mekanik Formula 1 setelah mengabdikan diri selama dua dekade penuh bersama skuad asal Milton Keynes itu. Kepergian sosok penting di balik layar ini dirayakan dengan penghormatan istimewa dari tim, termasuk sebuah gestur berkelas dari sang juara dunia.
Max Verstappen secara khusus memberikan salah satu helm balap pribadinya kepada Schack sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun mengawal mobil sang pebalap asal Belanda. Tidak hanya dari Verstappen, manajemen tim juga mempersembahkan kaleng minuman energi edisi khusus yang memuat seluruh catatan statistik serta pencapaian karier Schack selama membela panji Red Bull di ajang tertinggi motorsport.
Keputusan Ole Schack untuk meninggalkan gemerlap dunia Formula 1 bukan didasari oleh kepindahan ke tim rival, melainkan keinginan kuat untuk memprioritaskan kehidupan bersama keluarganya. Setelah bertahun-tahun menjalani perjalanan keliling dunia demi mengikuti kalender balap yang padat, mekanik nomor dua Verstappen tersebut merasa sudah saatnya membayar waktu yang hilang bersama orang-orang tercinta di rumah.
Dalam wawancaranya dengan media asal Belanda, De Telegraaf, Schack mengungkapkan alasan di balik kepergiannya yang sarat emosi. "Saya merindukan keluarga saya dan saya ingin memberikan sesuatu kembali kepada mereka, karena saya jelas telah sedikit egois dengan seringnya berada jauh dari rumah," ujarnya penuh kerendahan hati mengenai pengorbanan personal yang ia lakukan selama dua puluh tahun terakhir.
Lebih lanjut, Schack menambahkan rasa terima kasihnya kepada skuad yang telah membesarkan namanya di kancah internasional. "Saya bangga telah menjadi bagian dari tim ini, melalui segala suka dan duka. Saat-saat terakhir itu akan terasa istimewa, tetapi di atas segalanya, saya menyadari betapa besar utang budi saya kepada Red Bull," imbuhnya mengenang perjalanan panjang penuh sejarah bersama tim yang bermarkas di Milton Keynes tersebut.
Baca Juga Guenther Steiner Soroti Manuver Lando Norris di GP SingapuraMenanggapi kepergian orang kepercayaannya di garasi, Lewis melaporkan bagaimana Verstappen memberikan pujian setinggi langit kepada sang mekanik senior melalui wawancara dengan Viaplay. Verstappen menilai etos kerja dan loyalitas Schack berada di level yang sangat luar biasa dan sulit dicari tandingannya di era modern Formula 1 saat ini.
"Ia sangat luar biasa. Jika saya berbicara tentang seorang mekanik dan bagaimana saya menginginkan dia bekerja, saya pikir itu adalah dia. Mekanik yang sangat hebat, sangat bersemangat, selalu merawat mobil dengan baik. Mekanik yang benar-benar luar biasa yang telah mendedikasikan begitu banyak hidupnya untuk tim ini," puji Verstappen menutup kisah perpisahan yang mengharukan di paddock GP Brasil.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!