Legenda balap Australia, Mark Skaife, melancarkan kritik tajam menyusul kegagalan dramatis yang dialami oleh Team 18 dalam ajang balap mobil paling bergengsi di negeri kanguru tersebut. Kemenangan yang sudah di depan mata bagi Anton De Pasquale dan rekan setimnya, Lee Holdsworth, harus sirna seketika akibat tangki bahan bakar yang tidak terisi penuh menjelang garis finis. Insiden menyayat hati ini langsung memicu perdebatan luas di paddock Supercars mengenai standar operasional dan ketelitian strategi tim profesional.
Drama memuncak ketika balapan menyisakan kurang dari satu putaran penuh, di mana mobil yang dikemudikan oleh Anton De Pasquale tiba-tiba melambat saat mendekati tikungan ikonik Griffins Bend. Situasi genting tersebut langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Brodie Kostecki bersama pembalap pendukung Dick Johnson Racing, Todd Hazelwood, untuk menyambar posisi terdepan dan merebut kemenangan secara dramatis. Kegagalan teknis yang sangat mendasar ini membuat banyak pihak merasa kecewa, mengingat persiapan panjang yang telah dilakukan oleh seluruh anggota skuad sepanjang akhir pekan lomba.
Menanggapi insiden tersebut, pemilik skuad Charlie Schwerkolt sempat berdalih bahwa masalah utama bersumber dari kendala pada perangkat lunak strategi bahan bakar tim. Kendati demikian, penjelasan tersebut sama sekali tidak dapat diterima oleh Mark Skaife yang menilai bahwa aspek fundamental dalam pit stop terakhir seharusnya dikalkulasikan secara manual tanpa hanya bergantung pada sistem digital. Menurutnya, dalam ajang balap mobil terbesar di Australia, setiap elemen kecerdasan dari organisasi tim harus dikerahkan untuk memastikan kalkulasi bahan bakar akurat hingga garis akhir.
"Ini mengerikan, tetapi ini tidak termaafkan. Ini adalah balapan mobil terbesar di Australia," ujar Mark Skaife saat berbicara di acara Fox Sports MotorRacing 360. Ia menambahkan bahwa pada perhentian terakhir di pit lane, pengisian bahan bakar yang tepat jumlah adalah sebuah kewajiban mutlak agar pembalap dapat melakukan sprint penuh hingga bendera finis dikibarkan tanpa rasa khawatir akan kehabisan tenaga mesin.
Kekhawatiran mengenai ketidakcukupan bahan bakar sebenarnya mulai tercium ketika Anton De Pasquale meninggalkan jalur pit dengan keunggulan margin sepuluh detik atas pembalap di posisi kedua, Zach Bates. Meskipun kepala tim Adrian Burgess sempat menyatakan rasa optimisnya bahwa mobil mereka mampu bertahan sampai finis, instruksi dari pit wall justru meminta agar sang pembalap mulai menghemat bahan bakar ketika balapan menyisakan sepuluh putaran terakhir.
Baca Juga Starting Grid Bathurst 1000: Bates dan Seton Amankan Baris DepanHingga saat ini, titik pasti di mana kesalahan tersebut mulai merayap masuk masih belum diungkapkan secara rinci oleh manajemen tim. Berbagai teori berkembang di kalangan pengamat, termasuk dugaan bahwa pengisian singkat pada pit stop kedua dari belakang keliru diperlakukan sebagai pengisian penuh. Terlepas dari apapun penyebab teknis di balik layar, hasil akhir ini tetap meninggalkan luka mendalam bagi para kru serta penggemar setia yang memimpikan podium tertinggi di Bathurst.
"Ini sangat memilukan untuk balapan terbesar di Australia. Saya terutama merasa kasihan pada Anton De Pasquale dan Lee Holdsworth yang membalap dengan sangat baik sepanjang hari dan mungkin seharusnya memenangkan balapan itu," tutup Mark Skaife dengan nada penuh kekecewaan atas kesalahan fatal yang merenggut kemenangan rekan se-timnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!