Peta persaingan ajang balap Supercars kembali bergolak jelang bergulirnya musim kompetisi baru menyusul keputusan penting yang diambil oleh tim PremiAir Racing. Tim yang dikenal dengan ambisi besarnya di kancah balap touring Australia ini secara resmi mengumumkan penggunaan nomor balap baru yang akan diemban oleh pembalap muda berbakat mereka, Cooper Murray, dalam mengarungi kerasnya persaingan trek.

Dalam pengumuman resminya, terungkap bahwa Cooper Murray akan menggunakan nomor ikonik 36, sebuah angka yang memiliki ikatan emosional sangat kuat dalam perjalanan karier balapnya. Murray diketahui pertama kali memulai debut karier balapnya dengan menggunakan nomor keramat tersebut, dan terakhir kali ia menggunakannya ketika tampil kompetitif di ajang Porsche Carrera Cup Australia bersama tim McElrea Racing yang berbasis di Negeri Kanguru.

Keputusan pemilihan nomor ini ternyata tidak lepas dari latar belakang keluarga sang pembalap yang sarat akan sejarah di dunia motorsport. Angka 36 tersebut memiliki signifikansi historis yang mendalam bagi Murray pribadi, mengingat sang ayah tercinta, Adam, juga pernah menggunakan nomor kebanggaan itu semasa aktif turun ke lintasan balap pada masanya, mewariskan semangat juang yang kini diteruskan oleh sang anak.

- Advertisement -
Advertisement

Pihak manajemen tim memberikan penjelasan mendalam mengenai kebijakan internal mereka terkait kebebasan pembalap dalam memilih identitas di atas trek. Keputusan untuk mengizinkan Cooper Murray membawa nomor tersebut ke dalam garasi PremiAir Racing bukanlah sebuah kebetulan semata, melainkan bagian dari filosofi manajemen yang diusung oleh pimpinan tertinggi tim.

Sejak mengambil alih kepemilikan tim, Peter Xiberras selalu memegang teguh keyakinan untuk memberikan kebebasan penuh kepada para pembalapnya dalam menentukan nomor balap pilihan mereka sendiri. Bagi Peter Xiberras, nomor balap bukan sekadar urusan logistik atau administrasi balapan belaka, melainkan tentang membangun kedekatan emosional yang instan antara seorang pembalap dan mesin pacunya sejak hari pertama mereka bergabung.

Baca Juga Motorworld Hockenheimring Resmi Dibangun Jadi Pusat Mobilitas Baru

Pendekatan personal ini diyakini mampu memberikan rasa kepemilikan yang mendalam bagi setiap punggawa tim di atas aspal. Peter Xiberras meyakini bahwa nomor yang dipilih secara sadar oleh seorang pembalap memiliki makna filosofis yang kuat, di mana angka tersebut pada akhirnya akan menjadi identitas melekat dan sepenuhnya milik sang pembalap selama berjuang membawa nama baik tim.

Sebagai catatan sejarah di ajang Supercars, penggunaan nomor 36 terakhir kali terlihat menghiasi bodi mobil balap pada musim kompetisi tahun 2014 silam. Saat itu, nomor tersebut dikampanyekan secara kompetitif oleh pembalap andalan skuad Nissan Motorsport, Michael Caruso, sebelum akhirnya lama tak terlihat kembali di grid utama kejuaraan.

Kehadiran Cooper Murray di skuad PremiAir Racing sendiri terjadi menyusul perombakan susunan pembalap, di mana ia masuk menggantikan Declan Fraser yang harus melepas kursi balapnya pasca gelaran endurance ikonik Bathurst 1000. Sementara itu, kursi yang ditinggalkan Murray di Erebus Motorsport kini diisi oleh Jaddo Hughes, produk akademi mereka yang diproyeksikan mengusung nomor 99.