Pertarungan sengit mewarnai akhir balapan Formula 1 GP Belanda di Zandvoort. George Russell mengaku harus mengerahkan seluruh kemampuan bertahannya untuk menahan laju Lewis Hamilton yang tampil agresif di lap-lap penutup.

Russell, yang start dari posisi kedua, sempat tergusur oleh rekan setimnya, Kimi Antonelli, di lap pertama. Namun, lewat strategi pit stop yang apik, ia berhasil kembali ke posisi kedua sebelum kemudian diminta memberi jalan bagi Antonelli untuk mengejar gelar juara.

"Itu sulit," ujar Russell usai balapan. "Balapan saya dan Kimi justru bertolak belakang. Saya kesulitan dengan ban medium, dia justru kuat. Lalu saya kuat dengan ban hard, dia kesulitan. VSC memberi Lewis pit stop gratis, dan Kimi juga masuk pit. Sejak saat itu, saya tahu saya akan tertekan. Saya mengatur ritme di tikungan kecepatan tinggi agar bisa cepat di sektor tiga dan bertahan di Tikungan 1. Saya puas dengan performa itu."

- Advertisement -
Advertisement

Pertarungan Russell dan Hamilton menjadi sorotan. Meski harus kehilangan posisi kedua demi kepentingan tim, Russell mampu membuktikan ketangguhannya di bawah tekanan. Ia finis ketiga, mengamankan podium pertamanya musim ini.

Baca Juga Sainz ke Pabrikan Williams: Anggap Ini Tantangan Pribadi

Kemenangan kedua beruntun McLaren di Zandvoort menandai kebangkitan mereka. Russell mengakui situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Mercedes. "Dua atau tiga balapan ke depan akan berat karena kami tidak sinkron dengan upgrade," kata Russell. "Di Monza mungkin kami lebih kompetitif, tapi Ferrari punya upgrade mesin. Yang jelas, trek dengan degradasi tinggi seperti Zandvoort sangat cocok untuk McLaren, terutama Lando. Dia spesialis di kondisi seperti ini. Mereka tim yang harus dikalahkan saat ini."

Dengan hasil ini, Russell tetap di posisi kedua klasemen, sejajar dengan Hamilton dengan 183 poin. Keduanya tertinggal 59 poin dari pemimpin klasemen, Antonelli. Tekanan di Mercedes pun semakin terasa menjelang GP Italia di Monza.