Liam Lawson kembali membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan di grid Formula 1. Setelah sempat tersingkir dari kursi Red Bull pada 2025, pebalap asal Selandia Baru itu tampil solid saat diminta menggantikan Isack Hadjar di Grand Prix Belanda. Calum Nicholas, mantan mekanik Red Bull yang kini menjadi duta tim, menyebut adaptasi Lawson sebagai sesuatu yang "sungguh brilian".
Lawson mendapat panggilan mendadak untuk membalap di Zandvoort setelah Isack Hadjar mengalami cedera pergelangan tangan. Meski waktu persiapannya sangat singkat, pebalap Racing Bulls itu langsung tampil meyakinkan. Ia finis ketujuh, sebuah hasil yang dianggap maksimal mengingat kondisi mobil yang ada.
"Dia tampak mampu menangani semuanya dengan sangat tenang. Untuk mobil yang kami miliki akhir pekan ini, dia berhasil memaksimalkan hasil yang tersedia. Itu akan sangat bagus untuknya," ujar Nicholas dalam podcast Talking Bull.
Kembalinya Lawson ke kursi Red Bull untuk membalap bersama Max Verstappen menjadi momen emosional. Sebelumnya, ia sempat naik menggantikan Sergio Perez pada 2025, namun hanya bertahan dua balapan sebelum kembali ke Racing Bulls. Tekanan mental tentu besar, tetapi Lawson justru menunjukkan kedewasaan.
"Sangat penting baginya untuk punya akhir pekan yang tenang, tetapi melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Dan justru itulah yang dia lakukan. Dengan semua kebisingan seputar itu dan apa yang dia alami sebelumnya di mobil, bisa langsung beradaptasi di menit-menit terakhir dan melakukan pekerjaan dengan solid. Sungguh brilian untuknya," tambah Nicholas.
Baca Juga Honda F1 2026: Proyek Berbeda Total dari Era Red BullPrinsipal Red Bull, Laurent Mekies, juga mengacungi jempol. "Tidak pernah mudah untuk masuk ke tim yang berbeda, mobil yang berbeda untuk balapan seperti ini, dan dia melakukan pekerjaan dengan baik. Dia hanya terpaut satu persepuluh detik dari Max di kualifikasi kemarin, dan hari ini mengambil poin yang tersedia dengan finis ketujuh," kata Mekies.
Hasil ini menjadi sinyal positif bagi Lawson, sekaligus memberi Red Bull pilihan menarik untuk masa depan. Dengan performa seperti ini, bukan tidak mungkin ia kembali diperhitungkan untuk kursi utama di musim-musim mendatang.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!