Carlos Sainz membagikan pesan motivasi yang ia sampaikan langsung kepada para staf pabrikan Williams setelah awal musim Formula 1 2026 yang berat. Pebalap asal Spanyol itu mendorong tim untuk menjadikan kesulitan sebagai bahan bakar pribadi demi bangkit lebih kuat.
Setelah dua kali naik podium bersama tim asal Grove pada musim debutnya di 2025, ekspektasi terhadap Williams sempat melambung tinggi. Namun kenyataan di 2026 jauh dari harapan. Tim kehilangan kesempatan tes privat di Barcelona, lalu tampil tertinggal sejak tes pramusim di Bahrain dengan mobil yang kelebihan berat badan.
Meski kondisi belum ideal, Williams justru berhasil mengamankan perpanjangan kontrak untuk kedua pebalapnya, Alex Albon dan Carlos Sainz. Keputusan itu menunjukkan komitmen jangka panjang di tengah gejolak teknis yang sedang dihadapi.
Dalam podcast resmi tim bertajuk Team Torque, Sainz bercerita tentang percakapannya dengan karyawan pabrik. Ia menekankan bahwa tim Formula 1 dibangun dari individu-individu tangguh yang telah melewati banyak rintangan. "Apa yang saya suka lakukan, seperti yang saya sampaikan di depan pabrik tempo hari, adalah berkata: 'Anggap ini pribadi. Jika kita tidak berada di posisi yang kita inginkan, atau sedang melalui masa sulit, jadikan itu tanggung jawab pribadi,'" ujarnya.
Bagi Sainz, kegagalan bukanlah akhir, melainkan batu loncatan. "Bangun dalam dirimu untuk berkata, 'Saya akan keluar dari sisi lain.' Karena jika kamu melakukannya, tingkat kepercayaan dirimu melonjak; tiba-tiba berlipat ganda. Jika kamu benar-benar menggali dalam dan melewati masa sulit itu, kamu tahu bahwa setelah itu ada versi dirimu yang sepuluh kali lebih baik," jelasnya.
Baca Juga Ferrari Inovatif di 2026, Vasseur Berani: Nilai B+ di Paruh MusimPendekatan mental ini menjadi kunci bagi tim yang sedang berjuang mengejar ketertinggalan. James Vowles, prinsipal tim, mendukung penuh semangat tersebut. Ia percaya bahwa budaya akuntabilitas dan ketangguhan mental akan membawa Williams keluar dari tekanan.
Sainz sendiri menegaskan bahwa ia selalu memotivasi dirinya sendiri dengan cara serupa: "Saya selalu mencoba memotivasi diri untuk melewati ini, karena setelah ini ada surga, level diriku yang berbeda. Mendorong, mengambil tanggung jawab, dan menjadikannya pribadi."
Dengan dua pebalap yang solid dan komitmen penuh dari pabrik, Williams kini menghadapi musim panjang yang penuh tantangan. Pertanyaannya, mampukah mereka mengubah tekanan menjadi kekuatan? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!