Nico Rosberg tidak perlu waktu lama untuk menunjuk titik lemah Ferrari. Setelah akhir pekan yang berantakan di Grand Prix Spanyol, juara dunia 2016 itu menyebut strategi dan komunikasi sebagai "Achilles heel" yang masih menghantui tim Maranello. Bagi Rosberg, masalahnya bukan pada kecepatan mobil, melainkan pada cara Ferrari mengelola balapan.
Balapan di Madring memang menjadi mimpi buruk bagi Ferrari. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc gagal merebut pole position, dan tidak mampu bersaing untuk kemenangan. Hamilton sempat berada di posisi ketiga sebelum mengalami kegagalan sistem rem pada lap ketujuh, memaksanya pensiun dini. Sementara Leclerc memimpin 32 dari 57 lap dengan strategi offset, berharap safety car muncul di akhir balapan. Namun, harapan itu sirna setelah ia masuk pit pada lap 48 dan hanya finis keempat.
Berbicara di podcast Sky Sports F1 Show, Rosberg mengungkapkan akar masalah yang menurutnya harus segera dibenahi Ferrari. "Bukankah Ferrari selalu mengalami akhir pekan yang berantakan? Achilles heel-nya masih ada di area strategi, area komunikasi. Itu selalu menjadi kelemahan mereka dan masih menjadi kelemahan mereka sekarang," ujarnya. "Kecepatan mobilnya sangat dekat untuk bisa menantang kemenangan secara konsisten. Bahkan akhir pekan ini, Lewis akan dengan nyaman finis kedua. Dia pasti finis kedua di belakang Kimi dengan mudah."
Rosberg menambahkan bahwa Ferrari hanya perlu merapikan eksekusi. "Jadi saya pikir mereka sangat dekat, mereka hanya tidak merangkainya dengan benar dan mereka perlu membuat kemajuan dalam hal itu. Itulah masalah utama yang mereka hadapi."
Hamilton sendiri merasa Ferrari "memiliki mobil untuk memperjuangkan kemenangan" di Spanyol. Namun, ia harus menelan pil pahit karena masalah teknis. Leclerc, di sisi lain, bersikeras bahwa tim "melakukan hal yang benar" dengan strateginya, meskipun hasilnya tidak optimal. Ia menilai Ferrari "membayar harga" karena performa kualifikasi yang kurang greget sepanjang musim 2026.
Baca Juga Vowles Akui Cemas Kehilangan Sainz dan Albon di Tengah Krisis Williams"Saya benar-benar tidak berpikir kami lebih buruk dari yang lain," kata Charles Leclerc. "Saya hanya berpikir bahwa, secara umum, mobil kami sedikit lebih lemah di kualifikasi dibandingkan di balapan dengan bahan bakar rendah. Ketika Anda harus benar-benar menyerang kerb, terutama kemarin, McLaren sangat kuat, dan kami sedikit di sisi yang salah. Jadi kami membayar harganya akhir pekan ini, mungkin karena ini. Tapi secara keseluruhan, saya selalu merasa kami sedikit tertinggal di kualifikasi."
Kegagalan di Madrid menambah daftar panjang akhir pekan berantakan Ferrari. Meski mobil SF-26 menunjukkan potensi, eksekusi di lintasan dan di dinding pit masih menjadi momok. Jika ingin bersaing merebut gelar, Ferrari harus segera mengatasi kelemahan strategi dan komunikasi yang terus dibicarakan para pengamat.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!