Francesco Bagnaia mengungkapkan kebingungannya setelah performa buruk di MotoGP San Marino. Juara dunia dua kali itu merasa motornya sangat berbeda dengan Ducati lainnya, dan tim pun tidak memiliki penjelasan.
“Ketika saya masuk kualifikasi dan memakai ban soft baru, gripnya sama seperti soft bekas. Aneh sekali,” ujarnya usai sprint race. “Sangat mudah melihat perbedaan antara motor saya dan Ducati lain. Perbedaannya besar, tapi sulit dipahami mengapa. Tim juga tidak punya jawaban.”
Bagnaia menggambarkan akhir pekan di Misano sebagai pengalaman yang memalukan. “Saya merasa terhina dengan apa yang terjadi. Saya pengereman lebih keras, tapi motor tidak melambat. Saya sangat hati-hati saat akselerasi, tapi justru saya yang paling lambat. Frustrasi, tapi saya akan tetap berusaha maksimal untuk Ducati dan para penggemar.”
Sejak jeda musim panas, performa Bagnaia menurun drastis. Dalam tiga balapan terakhir, ia tidak mencetak poin dan selalu jatuh di hari Minggu. Di Misano, ia finis ke-17 di sprint dan terjatuh saat berada di posisi sembilan pada lap 5. Padahal, sirkuit ini sebelumnya bersahabat baginya dengan tiga kemenangan di semua kelas.
“Sekarang, ada hal-hal yang tidak bisa saya kontrol. Dorna merekam saya di tikungan 14 dalam lap lambat, dan bagian belakang hilang begitu saja tanpa saya melakukan apa pun. Ini di luar kendali,” keluhnya. “Dulu, motor selalu berperilaku konsisten. Sekarang, terutama dalam tiga GP terakhir, motor melakukan hal-hal aneh.”
Baca Juga Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP Usai Menang Dramatis di MisanoDitanya apakah ia kehabisan opsi, Bagnaia menjawab tegas, “Tentu saja. Saya dan tim sudah melakukan maksimal, tapi ada yang hilang. Sulit bagi semua orang untuk mengerti apa yang harus dilakukan. Kami mencoba berbagai hal, tapi belum ada solusi.”
Masalah utama terletak pada grip ban belakang yang tidak konsisten. Bagnaia merasa tidak bisa lagi mengendalikan Ducati seperti tahun-tahun sebelumnya. “Di musim 2022, 2023, 2024, motor selalu bisa diprediksi. Tahun ini, terutama di Jepang, motor berperilaku sama, tapi setelah itu aneh. Saya berharap bisa memahami apa yang terjadi.”
Dengan situasi ini, Bagnaia dan Ducati harus segera menemukan solusi jika ingin menyelamatkan musim. Tekanan semakin besar, terutama dengan rival yang terus melaju. Akankah mereka mampu bangkit? Hanya waktu yang akan menjawab.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!