Banten, Nusantara Media - Suasana sore yang tenang di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten seketika berubah menjadi kepanikan mendalam setelah seorang anak laki-laki dilaporkan mengalami insiden nahas dan tenggelam di Danau Retensi KP3B, Kota Serang, Provinsi Banten, pada hari Selasa (20/10/2026). Peristiwa hilangnya korban di danau buatan tersebut langsung memicu respons cepat dari otoritas kedaruratan setempat untuk segera menggelar operasi penyelamatan skala penuh guna menyisir titik-titik rawan di sekitar perairan.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun oleh tim peliput di lapangan, tragedi kemanusiaan ini bermula pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB. Pada waktu tersebut, korban diketahui sedang beraktivitas di area perairan dan menaiki sebuah perahu kecil hingga ke bagian tengah danau. Diduga karena kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba, korban kemudian terjatuh dari perahu dan langsung masuk ke dalam air. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian menduga bahwa korban tenggelam ke dasar danau karena yang bersangkutan tidak memiliki kemampuan dasar untuk berenang.

img-66e743ab.webp

Identitas korban tenggelam tersebut akhirnya terungkap dan diketahui bernama Jaka Wijaya Bin Alm. Yusnir. Berdasarkan data resmi yang diterima oleh pihak berwenang, korban merupakan seorang remaja laki-laki yang baru menginjak usia 15 tahun. Jaka Wijaya tercatat sebagai warga sipil yang berdomisili di Kampung Pojok Al Barokah RT.001/002, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, dan insiden ini meninggalkan duka serta kekhawatiran mendalam bagi pihak keluarga serta masyarakat sekitar.

- Advertisement -
Advertisement

Insiden hilangnya korban di kawasan danau tersebut segera dilaporkan secara resmi kepada pihak berwajib agar mendapat penanganan darurat. Kantor Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Banten menerima laporan darurat mengenai kejadian tersebut dari seorang warga setempat yang bertindak sebagai pelapor bernama Oman. Informasi krusial terkait jatuhnya korban tersebut diterima oleh petugas piket siaga Basarnas pada pukul 17.13 WIB.

img-bf8dbb36.webp

Menindaklanjuti laporan darurat dari masyarakat terkait kondisi nyawa yang terancam tersebut, pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten tidak membuang waktu dan langsung mengambil tindakan operasional cepat. Hanya berselang enam menit dari waktu pelaporan, tepatnya pada pukul 17.19 WIB, satu unit Tim Rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten langsung digerakkan menuju lokasi kejadian perkara guna melakukan asesmen awal.

Baca Juga Ribuan Nelayan Teluk Labuan Tuntut Keadilan: Kompensasi Pencemaran Batubara PT TLP Belum Jelas

Kehadiran tim penyelamat profesional ini bertujuan untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan secara menyeluruh di seluruh area Danau Retensi KP3B. Meski tim SAR gabungan telah tiba di lokasi dan langsung melakukan teknik penyisiran intensif, proses evakuasi menghadapi tantangan tersendiri akibat luasnya area pencarian dan kondisi bawah air yang keruh.

Hingga informasi kejadian ini secara resmi disebarluaskan kepada publik, korban atas nama Jaka Wijaya masih berada dalam status pencarian dan belum berhasil dievakuasi dari dalam air. Tim penyelamat di lapangan terus berpacu dengan waktu serta kondisi pencahayaan matahari yang semakin gelap gulita demi segera menemukan keberadaan remaja malang tersebut.