Lampung, Nusantara Media - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, wilayah Lampung, kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada hari Minggu. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh pihak berwenang, gunung api aktif tersebut baru saja mengalami erupsi yang memuntahkan material vulkanik ke udara pada siang hari ini pukul 11:44 Waktu Indonesia Barat. Peristiwa alam ini langsung menarik perhatian publik serta instansi terkait mengingat status kegempaan dan tingkat bahaya yang melekat pada gunung tersebut.

Dalam laporan pengamatan visual yang dihimpun dari pos pemantauan, tinggi kolom abu akibat erupsi ini teramati mencapai kurang lebih 500 meter di atas puncak, atau berada di kisaran 657 meter di atas permukaan laut. Kolom abu vulkanik yang membubumbung tinggi tersebut tampak jelas berwarna hitam pekat dengan tingkat intensitas yang cukup tebal, serta bergerak condong ke arah utara akibat pengaruh hembusan angin. Kendati demikian, laporan menyebutkan bahwa tidak ada suara dentuman keras yang terdengar dari pos pengamatan saat erupsi terjadi.

Hingga laporan resmi ini diterbitkan oleh Badan Geologi, aktivitas erupsi dilaporkan masih terus berlangsung. Berdasarkan tingkat aktivitas kegempaan dan potensi ancaman bahayanya, posisi gunung api ini saat ini tetap berada pada Status Level III atau yang lebih dikenal dengan sebutan Siaga. Pihak berwenang dari kementerian terkait menegaskan bahwa status ini menuntut perhatian penuh dari seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir.

- Advertisement -
Advertisement

Menyikapi situasi darurat ini, PVMBG telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat demi keselamatan bersama. Masyarakat umum, pengunjung, wisatawan, maupun para pendaki dilarang keras untuk mendekati serta melakukan aktivitas apapun di dalam wilayah radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, pembatasan ketat juga diberlakukan dengan melarang siapa pun memasuki radius 1 kilometer dari pulau baru yang berada di sektor barat laut dan tenggara gunung api tersebut.

Baca Juga Peringatan Dini: Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Ancaman Badai Landa Banten Siang Ini!

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap berbagai ancaman bahaya lanjutan. Ancaman tersebut meliputi potensi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga potensi erupsi sekunder yang dapat ditimbulkan oleh kontak langsung antara panas lava dengan air laut maupun air hujan di dalam radius bahaya yang telah ditentukan.

Di sisi lain, warga yang berdomisili di wilayah pesisir pantai Provinsi Banten serta Provinsi Lampung diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada berbagai isu atau berita bohong yang menyebutkan bahwa erupsi ini akan memicu gelombang tsunami. Masyarakat dipersilakan untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal dengan senantiasa mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi instansi terkait di Bandung maupun Pos Pengamatan di Pasauran.