Mantan pembalap Formula 1, Daniel Ricciardo, membuka peluang untuk kembali mengenakan helm dan turun di ajang balap ketahanan legendaris 24 Hours of Le Mans. Pebalap asal Australia yang belum pernah turun ke lintasan balap sejak Grand Prix Singapura 2024 tersebut menilai bahwa penampilan satu kali atau one-off di ajang endurance dapat menjadi solusi ideal untuk kembali merasakan atmosfer kokpit tanpa harus terikat komitmen penuh sepanjang musim kompetisi penuh.
Gagasan tersebut mengemuka ketika ia berbicara dalam siniar Beyond the Grid milik Formula 1. Saat ditanya mengenai siapa rekan setim yang paling ingin ia ajak berbagi mobil, Ricciardo langsung menyebut nama mantan rekan setimnya di Red Bull Racing, yakni Max Verstappen, sebagai salah satu prioritas utamanya dalam menyusun daftar impian tersebut.
"Saya tidak ingin memberinya tekanan, tetapi tentu saja Max adalah nama yang akan berada di urutan teratas dalam daftar," ujar Daniel Ricciardo. Ia juga menambahkan bahwa wacana ini bisa menjadi cara untuk mewujudkan ekspektasi para penggemar balap di seluruh dunia sekaligus mengenang kembali masa-masa kebersamaan mereka di masa lampau ketika masih membela tim yang berbasis di Milton Keynes tersebut.
Kedua pebalap berbakat ini pernah berbagi garasi yang sama di Red Bull dari musim 2016 hingga 2018 sebelum akhirnya Daniel Ricciardo memutuskan untuk hengkang ke Renault. Selama 58 balapan bersama sebagai rekan satu tim, keduanya berhasil mengamankan podium sebanyak empat kali dan membangun dinamika kerja yang kompetitif namun tetap harmonis di dalam tim.
Tidak berhenti pada Max Verstappen saja, Daniel Ricciardo bahkan turut melontarkan ide menarik untuk melengkapi komposisi tiga pebalap dalam satu mobil dengan melibatkan mantan rekan setim lainnya, Sebastian Vettel. Kehadiran juara dunia asal Jerman itu dinilai bakal melengkapi reuni kecil para mantan bintang Red Bull di ajang balap ketahanan mobil sport paling bergengsi di dunia tersebut.
"Saya sangat menyukai Seb, jadi itu bisa menjadi reuni kecil Red Bull dalam bentuk yang unik," tambahnya menjelaskan antusiasmenya terhadap potensi kolaborasi lintas generasi tersebut di lintasan Circuit de la Sarthe.
Baca Juga Norris Tuntaskan Uji Coba Perdana Hypercar McLaren di PortimaoMeskipun ia menegaskan bahwa dirinya sudah tidak memiliki hasrat lagi untuk kembali turun di kompetisi balap single-seater penuh waktu, perasaannya terhadap dunia balap secara keseluruhan telah mengalami pergeseran signifikan sejak meninggalkan grid Formula 1 secara permanen dalam beberapa waktu terakhir.
"Setahun yang lalu, saya mungkin akan mengatakan bahwa saya tidak akan pernah mengenakan helm lagi. Saya sudah selesai. Titik," ungkapnya mengenang masa-masa sulit pasca-kebangkitan kariernya yang penuh liku di ajang balap jet darat paling elite dunia.
"Namun ada sesuatu di dalam diri saya yang berpikir alangkah baiknya jika saya bisa mengakhiri karier balap dengan sedikit sesuai keinginan saya sendiri. Jadi melakukan sesuatu di mana ketika saya melepas helm, saya tersenyum dan bahagia, dan mungkin itulah penutup terakhir yang saya butuhkan.">
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!