Dunia reli internasional baru saja mengenang dua sosok legenda besar motorsport, Sandro Munari dan Alex Fiorio, dalam ajang Rallylegend yang sarat akan emosi dan sejarah mendalam. Cara terbaik untuk mengenang para legenda balap ini tentu saja melalui kendaraan ikonik yang pernah mereka bawa terbang di atas lintasan debu dan aspal. Sebanyak lima unit mobil balap legendaris milik Munari berjejer rapi di area Villaggio Rallylegend, memancarkan aura kejayaan masa lalu yang masih menyisakan aroma bahan bakar dan debu khas reli ketahanan.
Kendaraan-kendaraan tersebut meliputi Lancia Stratos kemenangan Monte Carlo 1977, unit Safari 1975, Fulvia Barchetta dari Mugello, Fiat 131 Abarth edisi Sanremo, hingga Fulvia yang turun di ajang Kejuaraan Eropa. Kepergian Sandro Munari pada bulan Februari lalu di usia delapan puluh lima tahun meninggalkan lubang besar di hati para pecinta otomotif global. Ia berasal dari era ketika para pereli seolah-olah hidup di dalam novel petualangan nyata, di mana pabrikan mobil lahir dari bengkel-bengkel provinsi yang kemudian menjelma menjadi sebuah mitos abadi di kancah internasional.
Dalam rangkaian acara tersebut, Nicola Villani turut mempresentasikan pameran khusus bertajuk Expo Munari Tribute di hadapan para legenda hidup lainnya seperti Markku Alen, Miki Biasion, Stig Blomqvist, dan Franco Cunico. Mereka adalah para pria tangguh yang dahulu berbagi tikungan tajam, malam-malam panjang penuh tantangan, serta bentuk keberanian khusus untuk mempercayai mesin dibandingkan diri mereka sendiri. Buku mengenai Corso Marche 38 yang menjadi markas para mekanik bayangan turut diperkenalkan, mengingatkan publik bahwa tanpa tangan dingin para mekanik tersebut, sang legenda berjuluk Il Drago tidak akan pernah mencatatkan namanya dalam sejarah emas reli dunia.
Perhatian kemudian beralih ke panggung kehormatan untuk mengenang Alex Fiorio, di mana Claudia Peroni memandu jalannya acara bersama kehadiran Biasion, Alen, Andrea Aghini, Piero Longhi, dan Luigi Pirollo. Deretan mobil yang hadir pun tidak kalah memukau, mulai dari Lancia Delta 4WD edisi Sanremo 1987, Fiat Uno Turbo Montecarlo, hingga mobil BMW dua liter dan Mitsubishi Lancer. Fiorio dikenal sebagai sosok pembalap ulung yang mampu mendominasi Grup N serta bersaing ketat di Grup A melawan Biasion pada masa kejayaan Lancia yang nyaris tak terkalahkan.
Baca Juga Bebek Liar Picu Tabrakan Unik Antar Juara Supercars di BathurstRangkaian penghormatan ini akan berlanjut ke wilayah selatan melalui ajang Fiorio Cup yang akan digelar pada akhir Oktober mendatang di Ceglie Messapica, tepatnya di kawasan Masseria Camarda. Mariapaola Fiorio menegaskan komitmennya tanpa retorika berlebihan dengan menyatakan, "Papa voleva che avesse un seguito, e lei ha raccolto il testimone sapendo che non sara facile fare le cose come le faceva lui." Ajang balap di atas lintasan tanah sepanjang empat setengah kilometer ini siap meneruskan warisan berharga di dunia motorsport.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!