Di bawah kepemimpinan Roland Dane, PremiAir Racing bersama Peter Xiberas tidak pernah ragu untuk melakukan perombakan besar demi mencapai hasil terbaik di ajang Supercars. Keputusan berani mereka terbukti ketika mendepak Richie Stanaway sebelum musim lalu berakhir untuk memasukkan Ojeda, yang secara konsisten membuktikan dirinya mampu bersaing di jajaran sepuluh besar pada hari-hari terbaiknya.

Jika melihat catatan statistik sepanjang musim ini, Ojeda tampil sebagai pebalap yang lebih superior dibanding rekan setimnya yang baru saja dilepas, Declan Fraser. Dari total 30 balapan yang telah dilalui, Ojeda mencatatkan rata-rata posisi finis di angka 13,3, yang jauh mengungguli Fraser yang hanya mampu berada di angka 17,3. Keunggulan tersebut tidak hanya terlihat saat balapan utama, tetapi juga dalam sesi kualifikasi yang menunjukkan dominasi serupa.

Dalam aspek kualifikasi, Ojeda memegang keunggulan meyakinkan dengan rata-rata posisi start di angka 14,1, sementara Fraser tertinggal cukup jauh pada posisi 20,1. Performa impresif ini menempatkan Ojeda di jalur yang tepat untuk mengamankan posisi di dalam lima besar klasemen pebalap pada musim debut penuhnya, di mana ia kini kokoh di peringkat ke-13 dengan menyisakan tiga putaran terakhir musim ini.

- Advertisement -
Advertisement

Pencapaian gemilang tersebut diprediksi akan melampaui hasil musim debut Murray pada tahun 2025 lalu, di mana ia hanya mampu menduduki posisi ke-18 dalam masa-masa transisi dan pembangunan ulang tim Erebus. Kendati demikian, berbagai perbandingan statistik ini tentu harus dilihat secara bijak mengingat keduanya mengendurkan kendaraan dari garasi tim yang berbeda, yang memiliki karakteristik teknis tersendiri.

Baca Juga Dominique Aegerter Sempat Berpikir untuk Pensiun Usai Musim Berat

Menatap musim kompetisi 2027 mendatang, dinamika internal di dalam garasi PremiAir dipastikan akan semakin memanas dengan kehadiran Murray yang bersiap menguji kemampuannya. Pertarungan langsung antara dua talenta muda berbakat ini tidak hanya menjadi tolok ukur seberapa tajam performa individu mereka, tetapi juga memperlihatkan daya saing sesungguhnya dari paket teknis yang disiapkan oleh tim.