Bogor, Nusantara Media - Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.

Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini dihadiri oleh hampir seluruh unsur pemerintahan dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk menteri, kepala daerah, pimpinan TNI-Polri, serta pejabat terkait lainnya.

Dalam pidato pembukaannya yang berlangsung panjang dan tanpa teks, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kedamaian bangsa, serta doa bagi korban musibah di berbagai daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi pusat-daerah untuk mewujudkan lompatan pembangunan nasional, mengingatkan para pemimpin agar waspada terhadap dinamika global, termasuk risiko perang dunia ketiga, standar ganda negara besar terkait HAM dan demokrasi, serta ancaman intervensi asing terhadap kedaulatan Indonesia.

- Advertisement -

Prabowo menyoroti sejarah perjuangan bangsa, pengorbanan rakyat untuk kemerdekaan, dan kontribusi para presiden sebelumnya. Ia mengajak seluruh pemimpin untuk bersatu melampaui perbedaan suku, agama, ras, dan politik, serta tidak melupakan sejarah agar tidak terulang kesalahan masa lalu. Ia juga menegaskan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, dengan prinsip "seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak", serta kemandirian bangsa karena dunia nyata didominasi kekuatan yang kuat.

Fokus utama pidato adalah program prioritas pemerintah, terutama swasembada pangan dan energi, hilirisasi sumber daya alam seperti kelapa sawit untuk derivatif produk (termasuk biodiesel, avtur, dan lainnya), serta pembalikan aliran ekonomi dari desa ke kota melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prabowo mengklaim MBG telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dalam waktu singkat, menciptakan 1 juta lapangan kerja dari ribuan dapur operasional, dengan tingkat keberhasilan 99,99% (hanya 0,0087% insiden keracunan). Ia menyebut program ini sebagai investasi terbaik, bahkan dipelajari pakar dari White House, dan akan mencapai 82 juta penerima manfaat akhir 2026, menciptakan 3-5 juta lapangan kerja tambahan.

Selain itu, Presiden menekankan pencapaian seperti cadangan beras tertinggi sejarah di Bulog, sekolah berasrama untuk anak miskin, distribusi panel interaktif ke ratusan ribu sekolah, modernisasi kampung nelayan, serta 18 proyek hilirisasi besar yang akan menciptakan 276.000 lapangan kerja dengan investasi Rp 618 triliun.

Ia juga menggugah gerakan Indonesia Asri (bersih, tertib, indah, resik) untuk atasi masalah sampah yang mengancam TPA overload pada 2028. Prabowo mengusulkan proyek 34 waste-to-energy nasional, gerakan korvei membersihkan lingkungan (termasuk pantai Bali), penggantian atap seng berkarat dengan genteng, penertiban spanduk/baliho, dan penghijauan kota. Ia menegaskan tidak ada diskriminasi berdasarkan dukungan politik pilkada, karena pemerintah melayani seluruh rakyat.

Pidato ini menutup dengan pernyataan resmi pembukaan Rakornas 2026, diikuti jeda sebelum sesi lanjutan.