Banten, Nusantara Media - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Banten pada tanggal 10 Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan radar cuaca yang dirilis pada pukul 14:10 WIB, wilayah Banten bagian utara dan barat terdeteksi mengalami pertumbuhan awan konvektif yang signifikan. Kondisi atmosfer ini memicu potensi turunnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai dengan aktivitas kilat atau petir serta hembusan angin kencang.
Ancaman cuaca buruk ini diprakirakan mulai terjadi secara nyata pada pukul 14:20 WIB, dimulai dari titik awal di Kabupaten Serang, khususnya mencakup wilayah Waringinkurung dan Gunung Sari beserta daerah sekitarnya. Warga yang beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi guna menghindari potensi bahaya akibat jarak pandang yang menurun drastis dan risiko sambaran petir mendadak.
Tim Peliput melaporkan bahwa sistem cuaca ini tidak hanya berhenti di titik awal, tetapi memiliki cakupan luas yang berpotensi meluas secara cepat ke berbagai wilayah tetangga dalam durasi singkat. Wilayah lain yang masuk dalam zona siaga meliputi sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang, seperti Menes, Saketi, Cipeucang, Jiput, Mandalawangi, Cimanuk, Kaduhejo, Cadasari, Cisata, Karang Tanjung, Carita, Pulosari, dan Majasari. Potensi perluasan cakupan hujan lebat ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari aparatur penanggulangan bencana di tingkat lokal.
Selain Kabupaten Pandeglang, eskalasi cuaca ekstrem ini juga diprediksi merata ke sisa wilayah Kabupaten Serang lainnya. Beberapa kecamatan yang masuk dalam jalur perluasan meliputi Kramatwatu, Bojonegara, Ciruas, Baros, Ciomas, Pabuaran, Padarincang, Anyar, Cinangka, dan Mancak. Kondisi geografis kawasan ini yang beragam, mulai dari pesisir pantai hingga daerah perbukitan, memerlukan perhatian khusus terhadap potensi genangan air dan pohon tumbang akibat angin kencang.
Baca Juga Warung di Pantai Pandan Carita Pandeglang Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting ListrikDampak dari cuaca ekstrem ini juga dirasakan secara langsung di wilayah perkotaan padat penduduk, termasuk seluruh kecamatan di Kota Cilegon seperti Cibeber, Cilegon, Ciwandan, Jombang, Gerogol, Purwakarta, dan Citangkil. Aktivitas industri dan pelabuhan di kawasan tersebut diimbau untuk mengantisipasi gangguan operasional sementara akibat curah hujan tinggi yang turun secara mendadak pada siang hari.
Sementara itu, kawasan pusat pemerintahan di Kota Serang juga tidak luput dari cakupan peringatan dini ini. Wilayah seperti Kecamatan Serang, Kasemen, Walantaka, Curug, Cipocok Jaya, Taktakan, dan sekitarnya diminta untuk bersiap menghadapi potensi genangan di titik-titikdrainase yang kurang optimal. Berdasarkan pemutakhiran data meteorologi terkini, kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga pukul 15:45 WIB sebelum akhirnya berangsur-angsur melemah dan mereda.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!