SERANG , Nusantara Media — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kabupaten Serang dimanfaatkan oleh berbagai elemen masyarakat untuk melakukan refleksi mendalam terhadap arah kebijakan daerah. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, Creative Democracy Center (CDC) menyelenggarakan sebuah dialog interaktif bertajuk “Menguji Fiskal Kab. Serang: Antara Pendapatan Daerah dan Arah Pembangunan” yang bertempat di Leadegh Caffe. Kegiatan strategis ini dirancang untuk membedah secara kritis pengelolaan keuangan daerah, optimalisasi pendapatan asli daerah, serta efektivitas kebijakan anggaran dalam menjawab berbagai tantangan riil yang dihadapi oleh masyarakat luas di wilayah tersebut.

Diskusi publik yang mempertemukan para pemangku kepentingan ini menghadirkan sejumlah narasumber penting yang berkompeten di bidangnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Serang Dr. H. Bahrul Ulum, S.Ag., M.AP., M.M., Kepala BAPENDA Kabupaten Serang Devid Hermawan, S.T., M.M., serta tokoh muda Banten Lalu Farhan Nugraha, S.H., M.H., M.Si. dan Bang Gaos. Kehadiran para figur penting ini memberikan warna tersendiri dalam memperkaya perspektif mengenai sinkronisasi antara kapasitas pendapatan daerah, ketepatan alokasi anggaran, dan skala prioritas pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Serang.

Dalam pemaparannya, forum menyoroti bahwa isu fiskal daerah harus menjadi perhatian utama bagi seluruh elemen pemerintahan. Pendapatan daerah yang diperoleh harus dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas tinggi agar dapat diterjemahkan secara langsung ke dalam program-program pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh publik. Perjalanan panjang selama lima abad usia kabupaten ini dinilai sebagai titik balik yang krusial untuk mengevaluasi efektivitas birokrasi dalam merespons kebutuhan zaman, sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran daerah benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

- Advertisement -
Advertisement

Ketua Pelaksana kegiatan, Sahrul Ramadhan, menegaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar agenda seremonial untuk memperingati usia setengah milenium daerah, tetapi sebuah wujud nyata partisipasi aktif generasi muda. Pihaknya berkeinginan untuk terus menumbuhkan budaya diskusi yang sehat, kritis, dan konstruktif di tengah masyarakat agar kebijakan publik senantiasa berada dalam koridor kepentingan rakyat banyak.

“Peringatan 500 tahun Kabupaten Serang harus menjadi momentum refleksi bersama. Kita tidak cukup hanya merayakan panjangnya perjalanan sejarah, tetapi juga perlu berani mendiskusikan bagaimana daerah ini mengelola pendapatannya, menentukan prioritas anggaran, dan memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui dialog ini, kami ingin mendorong ruang diskusi yang terbuka, agar kebijakan publik dapat terus dikawal secara kritis dan bertanggung jawab,” ujar Sahrul Ramadhan dalam sesinya.

Baca Juga JPMI Banten Desak Tindak Lanjut PAW Oknum Anggota DPRD Pandeglang Fraksi PKS

Senada dengan hal tersebut, Founder sekaligus Direktur Eksekutif Creative Democracy Center (CDC), Idan Wildan, menekankan bahwa forum dialog semacam ini merupakan instrumen penting dalam memperkuat substansi demokrasi di tingkat lokal. Menurutnya, esensi pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya angka pendapatan atau tingginya serapan anggaran, melainkan dari sejauh mana ketepatan prioritas, kualitas pelaksanaan program, dan dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga masyarakat Kabupaten Serang.

“Lima abad Kabupaten Serang harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa pembangunan membutuhkan partisipasi publik. Masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki ruang untuk memahami, mempertanyakan, dan mengawal arah kebijakan daerah. CDC berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang dialog yang mendorong demokrasi, keterbukaan, dan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” ungkap Idan Wildan menutup rangkaian pengantar diskusi.