Kepala Tim McLaren, Andrea Stella, meluapkan kekecewaan mendalam atas insiden senggolan dramatis yang melibatkan dua pembalapnya, Lando Norris dan Oscar Piastri, pada balapan sprint Formula 1 Grand Prix Singapura. Insiden yang terjadi di tengah kondisi lintasan basah tersebut dinilai sebagai sesuatu yang sama sekali tidak dapat ditoleransi oleh manajemen tim yang tengah berjuang di papan atas kejuaraan dunia.

Peristiwa menegangkan ini terjadi tepat pada putaran terakhir dari total 20 lap yang dilombakan dalam sesi sprint yang basah. Lando Norris mencoba melakukan manuver nekat dari sisi dalam di Tikungan 5 untuk mendahului rekan setimnya. Namun, celah yang menutup dengan cepat membuat upaya pembatalan manuver tersebut terlambat, sehingga bagian depan mobilnya menghantam sudut kanan belakang kendaraan MCL40 milik Oscar Piastri dengan keras.

Benturan keras tersebut langsung mengirim kedua mobil berputar di atas lintasan basah. Oscar Piastri terpaksa tersingkir dari balapan dengan kerusakan parah pada bagian belakang mobilnya, sementara Lando Norris harus puas merosot hingga finis di posisi kedelapan. Para pengawas balapan segera memanggil kedua pembalap untuk dimintai keterangan, namun akhirnya memutuskan tidak memberikan sanksi lanjutan karena menilai kedua belah pihak sama-sama memiliki kontribusi atas terjadinya insiden tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun lolos dari hukuman steward, insiden ini tetap mendatangkan kerugian besar secara finansial maupun perolehan poin kejuaraan bagi skuad asal Woking tersebut. Mekanik tim harus bekerja ekstra keras untuk memperbaiki kerusakan berat, termasuk mengganti girboks pada mobil Oscar Piastri. Kejadian ini terasa semakin mengecewakan mengingat sebelumnya McLaren telah memperketat aturan internal yang dikenal sebagai Papaya Rules menyusul rangkaian insiden sepanjang musim 2025.

Andrea Stella secara terbuka menyatakan ketidaksenangannya kepada media setelah balapan usai. Melihat dua mobil McLaren saling menghancurkan di atas lintasan adalah sebuah pemandangan yang sama sekali tidak bisa diterima oleh siapa pun di dalam garasi tim. Pihak manajemen menegaskan akan segera membahas masalah ini secara tertutup dengan kedua pembalap untuk menegaskan kembali bahwa kepentingan tim berada jauh di atas ambisi pribadi siapa pun.

Lando Norris dan Oscar Piastri McLaren GP Singapura
Lando Norris dan Oscar Piastri terlibat insiden di GP Singapura. Foto: Andy Hone/ LAT Images via Getty Images

Baca Juga Russell Ungkap Kunci Kebangkitan: Ubah Gaya Balap ala Antonelli

Dalam tanggapannya kepada media, Oscar Piastri mengungkapkan bahwa rekan setimnya telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada dirinya dan seluruh anggota tim. Pembalap asal Australia tersebut memilih untuk merespons situasi dengan kepala dingin demi menjaga keharmonisan internal, meskipun ia mengakui bahwa insiden tersebut sama sekali tidak seharusnya terjadi mengingat dampaknya yang merugikan.

Menurut Oscar Piastri, kerugian terbesar dari insiden tersebut bukan hanya soal kehilangan poin penting di klasemen, tetapi juga beban kerja ekstra di garasi serta biaya perbaikan yang tidak sedikit. Dirinya juga mengakui bahwa insiden ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi di antara mereka, namun kedewasaan dalam meminta maaf dan langsung melangkah ke depan menjadi salah satu kekuatan utama skuad mereka musim ini.

Sementara itu, Lando Norris sepakat dengan sudut pandang para pengawas balapan bahwa kedua pembalap sama-sama memiliki ruang untuk melakukan tindakan yang lebih baik guna menghindari benturan tersebut. Dirinya menegaskan bahwa tidak ada satu pun pihak di dalam garasi yang merasa senang dengan hasil akhir balapan sprint di Singapura, dan diskusi internal telah dilakukan secara terbuka untuk menyelesaikan masalah ini.