Pembalap pabrikan Jorge Martin sukses memukau seluruh jajaran timnya lewat aksi luar biasa di lintasan. Memulai sesi Sprint di atas permukaan aspal yang kering dari barisan kedua, sang pemimpin klasemen langsung melesat melewati tiga pembalap di depannya dan menempel ketat peraih pole position Marc Marquez. Selama delapan putaran penuh, para penonton disuguhkan pertarungan level tertinggi dalam memperebutkan gelar juara dunia, sebelum akhirnya petaka menimpa sang pembalap berjuluk Martinator tersebut di tikungan 8 yang terkenal sangat cepat dan menuntut keberanian tinggi.
Kecelakaan hebat di tikungan cepat tersebut langsung memunculkan kekhawatiran serius akan kondisi fisik sang pembalap asal Spanyol itu. Pemeriksaan awal di Medical Centre sirkuit langsung mengonfirmasi adanya patah tulang pada bagian radius lengan kanan, sementara dugaan cedera tambahan pada bagian ulna juga sempat dikhawatirkan tim medis. Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan komprehensif, Jorge Martin langsung diterbangkan dan menjalani pemeriksaan lanjutan di Melbourne, yang kemudian membawa kabar positif bagi garasi Aprilia Racing pada Minggu pagi.
Dalam keterangan resmi yang dirilis oleh pihak tim, disebutkan secara rinci mengenai hasil pemindaian tomografi komputer atau CT scan. "Jorge Martin telah menjalani pemeriksaan CT scan setelah insiden cederanya kemarin untuk menilai kondisi kesehatannya secara menyeluruh, dan satu-satunya cedera yang ditemukan adalah fraktur non-geser pada bagian radius distal, sehingga sang pembalap tidak perlu pulang ke Spanyol dan akan menjalani perawatan medis yang diperlukan di sini dalam beberapa hari ke depan," tulis pernyataan resmi tim pabrikan asal Noale tersebut.
Harapan untuk bisa segera kembali bertarung di jalur perebutan gelar juara dunia dipastikan belum sepenuhnya padam menyusul hasil pemeriksaan yang relatif melegakan ini. Selama kondisi medis mengizinkan dan dinyatakan aman oleh tim dokter, pihak tim bersama sang pembalap bernomor start 89 tersebut dipastikan akan mengerahkan segala upaya agar bisa secepat mungkin kembali menunggangi kuda besi di lintasan balap. Meskipun untuk seri Grand Prix Australia sang pembalap telah dinyatakan tidak layak membalap akibat kondisi cuaca ekstrem yang mengancam jalannya lomba, peluang comeback pada seri berikutnya di Malaysia tetap terbuka lebar.
Baca Juga Jack Miller Bercanda soal Warisan MotoGP: Daftar Apa yang Tidak Boleh DilakukanMenanggapi insiden horor yang menimpanya, sang pembalap menunjukkan ketegaran mental yang luar biasa di hadapan para awak media. "Saya ada di sini, saya masih hidup, dan saya baik-baik saja. Tentu saja itu adalah kecelakaan yang sangat buruk dan saya sekarang merasakan sakit, tetapi ini hanya tulang yang kecil dan saya merasa senang karena tidak ada hal yang lebih gawat yang terjadi pada diri saya," ujar Martin sambil menyunggingkan senyuman di depan kamera untuk menepis kekhawatiran para penggemar setianya di seluruh dunia.
Kendati demikian, fakta bahwa cedera tersebut terjadi di dekat tangan kanan yang memegang tuas gas tentu akan menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses pemulihannya. Persaingan ketat di sisa musim ini mengharuskan sang pembalap untuk terus memberikan tekanan maksimal, di mana dengan menyisakan lima balapan utama dan empat sesi sprint tersisa, selisih sepuluh poin dari sang juara bertahan membuat sang rival memegang kendali keuntungan yang lebih besar di paruh akhir kejuaraan dunia musim ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!