Jelang penampilan kandang terakhirnya di kelas utama MotoGP, Jack Miller melontarkan candaan khas mengenai statusnya sebagai pelawak di paddock balap motor bergengsi dunia tersebut. Pembalap asal Australia yang bersiap hijrah ke ajang WorldSBK musim depan ini mendapat pertanyaan menarik mengenai siapa kira-kira pembalap yang akan mewarisi reputasinya sebagai salah satu karakter paling jenaka di grid.

Sambil tersenyum lebar, pembalap yang baru-baru ini menghibur para penonton lewat aksi stoppie membonceng Alex Rins kembali ke pit lane di Motegi itu memberikan tanggapan santai. Ia berkelakar bahwa julukan tersebut ibarat peran anak paling usil di kelas, dan daftar kelakuannya selama ini hanyalah sebuah kumpulan contoh buruk yang tidak patut ditiru oleh para generasi penerus di lintasan balap internasional.

Perjalanan karier panjangnya di kejuaraan dunia balap motor ini memang menyimpan cerita luar biasa sejak pertama kali menjejakkan kaki di kelas para raja. Pembalap yang akrab disapa Thriller Miller tersebut mengaku heran sekaligus bersyukur bisa bertahan selama dua belas musim penuh di tengah ketatnya persaingan kelas utama, mengamankan empat kemenangan balapan serta 23 kali naik podium bersama pabrikan besar seperti Honda, Ducati, dan KTM.

- Advertisement -
Advertisement

Meski akhir pekan ini menandai perpisahan bagi kebanyakan rivalnya dari sirkuit Phillip Island, kepindahannya ke WorldSBK memastikan bahwa ia akan kembali menyapa publik Australia pada pembukaan musim 2027 mendatang. Kendati demikian, akhir pekan ini tetap menjadi penutup sebuah bab penting yang dimulai ketika ia pertama kali menjajal sirkuit legendaris tersebut di atas mesin 125cc pada tahun 2009 silam.

Baca Juga Toprak Razgatlioglu Dihukum Penalti Mundur Tiga Grid di MotoGP Indonesia

Mengenang perjalanan panjangnya, suasana emosional tentu menyelimuti persiapan sang pembalap menjelang akhir pekan balapan kandang. Ia menilai bahwa Phillip Island tetap menjadi salah satu lintasan paling ikonik dalam kalender balap, yang selalu sukses menyajikan pertarungan terhebat dalam sejarah kejuaraan dunia roda dua dengan karakteristik angin dan kecepatan tinggi yang khas.

Faktor cuaca yang terkenal tidak menentu di kawasan pesisir Australia diprediksi akan kembali memegang peran krusial sepanjang akhir pekan balapan penutup ini. Kondisi lintasan yang basah dan bersahabat diyakini bisa menjadi penyelamat bagi performa motornya, mengingat tantangan teknis yang harus dihadapi di atas lintasan cepat memerlukan adaptasi tingkat tinggi demi meraih hasil kompetitif di hadapan pendukung sendiri.