MotoGP, Nusantara Media - Pemenang Sprint MotoGP Thailand 2026, Pedro Acosta, membela manuver keras Marc Marquez yang berujung penalti pada balapan Sabtu di Buriram. Pembalap KTM tersebut menilai duel ketat seperti itu justru menjadi bagian dari daya tarik utama MotoGP.
Sprint pembuka musim menghadirkan pertarungan intens antara Acosta dan Marquez setelah polesitter Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing terjatuh dari posisi terdepan. Kedua pembalap saling bertukar posisi beberapa kali, dengan momen penentuan terjadi pada lap kedua terakhir.
Marquez melakukan kesalahan di Tikungan 5 dan kehilangan posisi terdepan dari Acosta. Namun di tikungan terakhir, pembalap Ducati Lenovo Team itu melakukan manuver agresif untuk merebut kembali posisi, yang membuat Acosta melebar keluar lintasan. Steward FIM kemudian memerintahkan Marquez menyerahkan satu posisi, sehingga kemenangan resmi jatuh ke tangan Acosta.
Ducati menyebut penalti tersebut tidak adil, dan Acosta sejalan dengan pandangan tersebut.
“Saya sangat senang memulai musim dengan bertarung melawan Marc seperti itu,” ujar Acosta.
“Memang benar saya ingin finis pertama dengan bertarung sampai garis akhir, bukan karena Marc membiarkan saya lewat.”
Ia menegaskan bahwa terlepas dari keputusan penalti, konsistensi performanya menjadi poin penting dalam hasil tersebut.
“Bagaimanapun, konsistensi sudah ada. Kami memulai musim di level yang sama seperti saat kami mengakhirinya tahun lalu.”
“Untuk itu kami harus terus melanjutkan, mencoba sedikit meningkatkan untuk besok dan kita lihat.”
Saat ditanya apakah ia menilai penalti terhadap Marquez layak diberikan, Acosta menjawab tegas.
“Tidak. Balapan memang seperti ini.”
“Inilah yang membuat MotoGP menarik bagi para penggemar. Itu adalah manuver yang bagus.”
Ia juga menyoroti kondisi lintasan Buriram yang panas dan menuntut, yang membuat pengereman menjadi lebih sulit dan membuka peluang terjadinya kesalahan kecil.
“Memang benar di sini, mungkin karena panas dan betapa sulitnya menghentikan motor MotoGP ini, lebih mudah untuk melakukan kesalahan seperti yang ia lakukan.”
“Dengan atau tanpa penalti, saya tetap senang dengan balapan yang saya jalani. Mari kita coba mengulanginya besok.”
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Acosta di MotoGP dalam format apa pun, sekaligus mempertegas progres Red Bull KTM setelah pramusim yang menjanjikan.
“Yang terpenting adalah bekerja sebaik mungkin di dalam garasi,” tambahnya.
“Di situlah kami menemukan perbedaannya.”
“Memang benar kami masih kesulitan di kualifikasi dan pada lap-lap awal balapan.”
“Tetapi saya pikir kami sedang meningkat. Kita lihat nanti.”
Grand Prix Thailand 2026 akan digelar Minggu, dengan duel lanjutan antara Acosta dan Marquez diperkirakan kembali menjadi pusat perhatian dalam perebutan poin penting awal musim.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!