Netflix kembali memperluas jagat konten balapnya. Kali ini, fokusnya tertuju pada musim pertama yang mengubah segalanya bagi Michael Schumacher. Lewat film dokumenter berjudul Schumacher '94 - The Birth of a Legend, sang legenda akan kembali diceritakan dari sudut pandang yang lebih intim.

Film ini dijadwalkan tayang global pada 2 Oktober 2026. Kabar tersebut diumumkan Netflix setelah sebelumnya film ini sempat dipratinjau dalam presentasi Netflix Jerman awal tahun ini. Kehadirannya sekaligus memperkaya portofolio motorsport Netflix yang sudah memiliki Drive to Survive, docuseries populer yang mengangkat drama di balik paddock Formula 1.

Dokumenter berbahasa Jerman ini akan mengikuti perjalanan Schumacher yang saat itu berusia 25 tahun. Dari status underdog, ia menjelma menjadi juara dunia pada musim 1994. Musim yang tak hanya dramatis, tetapi juga kelam, karena menjadi saksi kecelakaan fatal Ayrton Senna dan Roland Ratzenberger di Imola. Momen-momen tersebut dipastikan menjadi bagian penting dari narasi film.

- Advertisement -
Advertisement

Di balik kamera, Christin Freitag duduk sebagai sutradara, sementara LEONINE Documentaries bertindak sebagai rumah produksi. Yang menarik, istri Schumacher, Corinna, turut terlibat dengan memberikan kesaksian pribadi. Ia bersama orang-orang terdekat lainnya mengenang sosok Schumacher yang dikenal tak kenal kompromi di lintasan, namun hangat dan penuh empati di luar trek.

Sinopsis resmi Netflix menggambarkan 1994 sebagai titik balik sejarah Formula 1. Kemenangan perdana Schumacher di GP Brasil membuka jalan bagi karier yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, musim itu juga diwarnai tuduhan manipulasi dan manuver tidak sportif, di tengah merebaknya fenomena 'Schumi Mania' di Jerman.

Baca Juga Carlos Sainz Kritik Keras Start F1 China 2026, Grid Kacau

Bagi penggemar setia Michael Schumacher, film ini menjadi pelengkap dari dokumenter Schumacher yang rilis 2021. Ia juga menawarkan perspektif baru tentang awal kisah cinta Schumacher dan Corinna—kisah yang hingga kini tetap kuat meski sang juara dunia menjalani pemulihan pasca cedera kepala yang dideritanya sejak 2013.

Dengan format non-fiksi berdurasi panjang, Schumacher '94 berpotensi menjadi tontonan wajib bagi pecinta Formula 1 yang ingin memahami bagaimana seorang pembalap muda dari Kerpen menaklukkan dunia. Satu hal yang pasti: musim 1994 tidak akan pernah terlupakan, dan kini kita bisa menyaksikannya kembali lewat perspektif yang lebih manusiawi.