Max Verstappen mengakhiri sesi kualifikasi sprint Grand Prix Belanda di posisi keenam, setelah sebelumnya hanya mampu menjadi yang ke-11 di sesi latihan bebas. Di hari yang sama ia mengumumkan komitmen jangka panjangnya bersama Red Bull hingga setidaknya 2030, namun performa mobilnya masih jauh dari harapan.
Dalam sesi latihan bebas, Verstappen mengeluhkan kualitas perpindahan gigi yang buruk, grip rendah, dan keseimbangan yang oversteer. Ia tertinggal 1,376 detik dari rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang menjadi tercepat. Namun setelah melakukan perubahan set-up, ia mampu menembus sesi kualifikasi sprint dan mengamankan posisi keenam, di depan Lewis Hamilton dari Ferrari.
"Saya rasa kami berhasil mengungguli satu mobil terdepan," ujarnya kepada F1 TV. "Masih agak sulit menemukan grip dan keseimbangan. Tapi ini sudah langkah maju dari FP1. Tentu saja masih kurang untuk bisa lebih ke depan. Kami perlu memahami apa yang bisa dilakukan dengan keseimbangan untuk besok. Menemukan lebih banyak grip dan keseimbangan untuk menutup gap."
Komitmen jangka panjang Verstappen membuatnya kehilangan sebagian kemampuan untuk 'menekan' timnya, yang dulu sering ia gunakan sebagai ancaman pindah tim. Namun nada bicaranya kali ini terkesan pasrah dan ia tampak siap bekerja dengan apa yang ada. Red Bull memang punya reputasi mampu memperbaiki set-up secara drastis dalam semalam, tetapi tidak cukup untuk membuat mobilnya menjadi penantang kemenangan balapan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga Perang Timur Tengah Ancam Bahrain dan Saudi, F1 Bisa Tanpa Balapan AprilPerkembangan trek memang membantu, tetapi Verstappen berhasil memangkas waktu 0,7 detik dari FP1 ke SQ1, dengan catatan 1 menit 13,585 detik. Rekan setimnya, Liam Lawson, bahkan lebih cepat di SQ1 dengan 1 menit 13,420 detik, namun gagal melaju ke SQ3 setelah hanya mencatat 1 menit 13,136 detik di SQ2. Verstappen sendiri melaju ke SQ3 dengan 1 menit 12,745 detik, dan di sesi terakhir ia meningkatkan waktunya menjadi 1 menit 12,094 detik, tetapi masih tertinggal 0,527 detik dari pole sitter George Russell. Yang paling mengkhawatirkan bagi Red Bull adalah fakta bahwa gap dari Russell ke Oscar Piastri dari McLaren juga melebar, menunjukkan bahwa mobil mereka belum kompetitif di papan atas.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!