Jabar , Nusantara    Media  -  Sukses tampil dalam program budaya “Sampurasun Pasundan” di RRI Pro 4, para Icon Tari Jawa Barat kembali dijadwalkan hadir dalam program “Sore Ceria” Pro 2 Bandung pada Jumat (22/5/2026) pukul 16.30 WIB.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Pelaksana Icon Mega Jaipongan Jawa Barat New Era 2026 & Icon Tari Jawa Barat 2026, Cepi Supriatna, S.Pd,

bersama Raichan Rizky Septiawan selaku Male Icon Tari Jawa Barat dan Alysa Ziliana Khofsoh sebagai Miss International Ethnic Indonesia 2026 & Female Icon Tari Jawa Barat.

- Advertisement -

Mengusung tema “Muda, Berkarya, Menginspirasi”, program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni budaya Jawa Barat kepada generasi muda melalui media penyiaran dan ruang kreatif anak muda.

Kehadiran para ikon budaya tersebut di RRI Pro 2 diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi generasi muda agar lebih mencintai budaya daerah sekaligus terus berani berkarya di bidang seni dan budaya.

Ketua pelaksana kegiatan, Cepi Supriatna, S.Pd, mengatakan bahwa keterlibatan generasi muda dalam dunia seni budaya menjadi langkah penting dalam menjaga eksistensi budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.

“Kami ingin budaya Jawa Barat tetap hidup dan semakin dikenal luas, terutama oleh generasi muda. Karena budaya bukan hanya warisan, tetapi juga identitas yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Sementara itu, Raichan Rizky Septiawan mengaku bangga dapat kembali tampil dalam program siaran RRI setelah sebelumnya sukses mengikuti kegiatan di Pro 4.

“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Semoga bisa menginspirasi anak muda agar semakin percaya diri dalam berkarya dan mencintai budaya daerah,” katanya.

Hal senada disampaikan Alysa Ziliana Khofsoh yang menilai media memiliki peran penting dalam mendukung promosi budaya lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.

“Budaya daerah harus terus diperkenalkan dan dijaga bersama. Generasi muda juga harus ikut berperan aktif dalam melestarikannya,” ujarnya.

Program “Sore Ceria” Pro 2 Bandung sendiri dikenal sebagai salah satu program kreatif yang menghadirkan tokoh muda inspiratif, komunitas seni, hingga pegiat budaya di Jawa Barat.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat promosi budaya Sunda melalui media publik sekaligus menunjukkan bahwa seni tradisional tetap mampu tampil modern dan relevan di tengah perkembangan era digital.