Suasana penuh kebingungan mendadak menyelimuti area paddock Autodromo Hermanos Rodriguez ketika Haas secara mendadak mengumumkan keputusan kontroversial pada tanggal 31 Oktober. Tim asal Amerika Serikat tersebut merilis sebuah pernyataan singkat yang mengonfirmasi bahwa pebalap utama mereka, Esteban Ocon, tidak akan lagi melanjutkan akhir pekan balapan di Meksiko dan posisinya langsung digantikan oleh pebalap cadangan asal Jepang, Ryo Hirakawa.

Kecurigaan awal mengenai masalah kesehatan, seperti keracunan makanan yang sering melanda paddock, langsung dimentahkan setelah pihak tim secara tegas menyatakan bahwa pergantian mendadak ini sama sekali tidak berkaitan dengan kondisi fisik sang pebalap. Fakta di lapangan menunjukkan ketegangan yang lebih dalam, mengingat pebalap asal Prancis berusia 30 tahun tersebut sebenarnya sudah mengetahui sejak akhir September bahwa masa depannya tidak lagi bersama tim untuk musim depan, di mana ia akan digantikan oleh pebalap didikan Ferrari, Rafael Camara.

Spekulasi berkembang liar di dalam paddock menyusul sikap tertutup dan kebisuan total dari petinggi tim terkait status hukum sang pebalap saat ini. Para pengamat balap mempertanyakan apakah pemenang Grand Prix Hungaria 2021 tersebut hanya dijatuhi hukuman skorsing internal semata layaknya pemain hoki es di bangku penalti, ataukah ia telah resmi dipecat secara permanen menyusul serangkaian dinamika internal yang memanas di garasi tim.

- Advertisement -
Advertisement

Reputasi Ocon di dunia Formula 1 selama ini dikenal sebagai sosok yang memiliki karakter keras, blak-blakan, dan terkadang memicu gesekan internal dengan rekan setimnya di masa lalu seperti Sergio Perez di Force India maupun Fernando Alonso di Alpine. Meskipun demikian, di balik citra kompetitifnya yang kerap dianggap kontroversial, Ocon juga diakui sebagai pekerja keras yang berdedikasi tinggi serta memiliki hubungan yang sangat baik dengan para awak media.

Baca Juga Ferrari Driver Academy Rombak Skuad, Tiga Talenta Baru Bergabung

Titik balik ketegangan ini diduga bermula dari sesi latihan bebas kedua di Meksiko, di mana Ocon terdengar jelas menyampaikan ketidakpuasannya melalui saluran radio tim terkait strategi pemilihan ban. Percakapan tegang terjadi antara sang pebalap dan insinyurnya, Laura Muller, ketika Ocon memprotes keputusan tim yang memaksanya menggunakan kompon ban medium demi kepentingan pengumpulan data rekan setimnya, alih-alih menggunakan ban lunak yang ia inginkan.

Situasi tersebut disinyalir memicu perdebatan sengit dalam sesi evaluasi pasca-latihan di garasi tim, yang melibatkan ketidaksepakatan langsung dengan prinsipal tim, Ayao Komatsu. Terlebih lagi, insiden tersebut terjadi di bawah pengawasan langsung pemilik tim, Gene Haas, yang hadir di sirkuit, sehingga memperketat tensi internal di dalam kubu skuad Amerika tersebut.