Scuderia Ferrari kembali menunjukkan komitmen jangka panjangnya dalam mempersiapkan generasi penerus dunia balap dengan merombak komposisi pembalap muda di dalam akademi resmi mereka. Program pengembangan talenta yang berbasis di Maranello ini resmi mengumumkan masuknya tiga wajah baru yang siap menggebrak kancah balap internasional pada musim mendatang. Kehadiran para pemuda berbakat ini mempertegas posisi akademi sebagai salah satu pabrik pencetak pebalap paling disegani di dunia motorsport modern, dengan total delapan talenta yang kini bernaung di bawah panji Kuda Jingkrak.

Tiga nama anyar yang berhasil memikat hati para pencari bakat Scuderia meliputi pebalap muda asal Belanda Daniel Miron, pebalap asal Turki Alp Aksoy, serta talenta muda berbakat asal Kolombia Salim Hanna. Daniel Miron, yang saat ini baru menginjak usia 13 tahun, tercatat sebagai rekrutan termuda dalam kelompok gelombang ini. Setelah sukses mengamankan posisi runner-up di kejuaraan Eropa FIA pada tahun sebelumnya, Miron diproyeksikan untuk melanjutkan karier kartingnya dengan melakukan lompatan kompetitif dari kelas OK-Junior menuju kelas OK yang jauh lebih menantang.

Langkah perkembangan karier yang lebih advance juga ditempuh oleh Noah Baglin dan Filippo Sala, di mana kedua pebalap muda tersebut secara resmi menanggalkan gokar mereka untuk beralih sepenuhnya ke ajang balap mobil roda terbuka Formula 4. Baik pebalap asal Inggris maupun Italia ini dipersiapkan secara matang untuk turun bertarung di kancah kompetitif kejuaraan Spanyol Formula 4. Sementara itu, jalur berbeda ditempuh oleh Alp Aksoy yang langsung melompat ke ajang Formula Regional European Championship setelah sukses mencuri perhatian para pemantau bakat berkat performa impresifnya di kancah Formula 4 Italia serta ajang Euro4.

- Advertisement -
Advertisement

Perubahan besar juga terjadi pada jenjang kejuaraan internasional yang lebih tinggi, termasuk persiapan matang yang dilakukan oleh pebalap muda asal Finlandia Tuukka Taponen untuk menghadapi persaingan sengit di kancah Formula 2. Taponen dijadwalkan kembali bergabung bersama skuad ART Grand Prix, tim yang sebelumnya pernah mengantarkannya melakoni debut musim perdana di kejuaraan Formula 3. Keputusan besar ini diambil menyusul catatan impresif sang pebalap yang berhasil mengamankan peringkat ketiga klasemen akhir kejuaraan, lengkap dengan koleksi kemenangan serta podium bergengsi.

Baca Juga George Russell Ungkap Rencana Penalti Mesin F1 di Las Vegas

Di sisi lain, perombakan di dalam tubuh akademi ini juga menandai akhir perjalanan bagi beberapa nama senior seperti Dino Beganovic dan Rafael Camara yang resmi menuntaskan masa bakti mereka. Langkah besar menanti Camara yang telah dipastikan melangkah ke ajang Formula 1 sebagai pebalap utama skuad Haas, sementara Beganovic dipercaya mengemban tugas krusial sebagai pebalap cadangan resmi mendampingi Antonio Giovinazzi di garasi utama skuad pabrikan Maranello.