Menjelang akhir pekan Grand Prix Belanda, Toto Wolff menegaskan bahwa Zandvoort adalah kesempatan terakhir bagi Mercedes untuk meraih kemenangan di sirkuit ikonik tersebut. Meski belum pernah menang di era modern, tim asal Brackley itu justru menyimpan pekerjaan rumah besar: performa yang tergerus dan poin yang hilang.
Zandvoort akan menggelar balapan F1 untuk terakhir kalinya pada Minggu ini, menandai penutup dari enam musim kehadirannya sejak kembali ke kalender pada 2021. Max Verstappen mendominasi tiga edisi awal, sebelum Lando Norris dan Oscar Piastri bergantian naik podium tertinggi. Namun, nama Mercedes belum pernah tercatat sebagai pemenang di sana dalam era modern—kemenangan Juan Manuel Fangio pada 1955 terjadi di tata letak sirkuit yang sangat berbeda.
"Zandvoort adalah tantangan unik sejak kembali," ujar Wolff. "Sirkuit ini sulit dikuasai, para penggemar menciptakan atmosfer luar biasa, dan balapan ini menjadi salah satu yang paling dinantikan tim dan pembalap. Kami sudah dekat, tapi belum pernah menang di era modern. Ini kesempatan terakhir kami untuk mengubah itu, dan itu tantangan yang ingin kami taklukkan."
Mercedes sempat tampil dominan di awal musim, tetapi mulai dikejar ketat oleh rival-rivalnya. Meski masih memimpin klasemen pembalap dan konstruktor, tim asuhan Toto Wolff gagal membangun keunggulan yang diharapkan. Faktor reliabilitas menjadi biang keladi terbesar di balik poin-poin yang hilang. Dalam lima seri terakhir, tidak ada satu pun pembalap yang menang lebih dari sekali: Kimi Antonelli dan George Russell sukses untuk Mercedes, sementara Norris, Lewis Hamilton, dan Charles Leclerc ikut mencicipi kemenangan.
Baca Juga Ferrari Inovatif di 2026, Vasseur Berani: Nilai B+ di Paruh MusimWolff tak menutup mata terhadap ancaman yang tumbuh. "Kami telah meninggalkan poin di atas meja," akunya. "Rival kami berhasil memangkas jarak performa, dan kami tahu paruh kedua musim akan menuntut lebih dari kami dibanding paruh pertama. Kejuaraan akan ditentukan oleh eksekusi dan laju pengembangan yang bisa kami bawa ke mobil dalam 12 balapan ke depan."
Ia menambahkan bahwa meski jadwal upgrade sedikit meleset dari rival, Mercedes masih punya performa yang bisa digali dan rencana pengembangan yang jelas. Apakah Zandvoort akan menjadi titik balik? Atau justru menjadi saksi bisu kegagalan lain? Kita tunggu saja aksinya di trek.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!