Peter Crolla, race team manager Cadillac, membagikan pengalamannya membangun tim dari nol untuk debut F1 2026. Pria yang sebelumnya mengabdi di Haas selama sembilan tahun ini mengaku tantangan tersebut justru menjadi momen paling berkesan dalam kariernya.
Ketika Cadillac mulai mencari race team manager pada 2025, mereka tidak perlu mencari jauh-jauh. Peter Crolla yang tengah mencari tantangan baru di Haas langsung menjadi kandidat ideal. Setelah pembicaraan awal dengan Graeme Lowdon, yang saat itu menjabat team principal, Crolla memutuskan untuk memulai petualangan baru. Ia diberi waktu sembilan bulan untuk membangun tim trackside dari nol, sebuah tugas yang menurutnya sangat menantang namun memuaskan.
“Saya sudah di Haas selama lebih dari sembilan tahun, dan saya pasti siap untuk perubahan dan tantangan baru. Saya butuh sesuatu yang bisa mengembalikan semangat saya untuk olahraga ini,” ujar Crolla kepada Motorsport.com di Grand Prix Belgia. “Saya suka elemen membangun tim. Ada kebanggaan besar dalam hal itu, dan semuanya sejalan pada waktu yang tepat. Ini start tim baru kedua saya, sekitar 10 tahun berselang, dan itu benar-benar luar biasa. Momentum, otonomi, dan kegembiraan melakukan itu tidak ada duanya.”
Periode sembilan bulan itu, kata Crolla, adalah yang paling menyenangkan dalam kariernya. “Mulai dari gedung kosong dan sebuah rencana, diberi wewenang untuk menciptakan visi Anda. Itu tidak ternilai,” tambahnya.
Peran yang Luas dan Beragam
Menjadi race team manager berarti bertanggung jawab atas organisasi keseluruhan tim balap. Setelah logistik pra-acara selesai, peran ini beralih ke sisi sportif saat aksi di lintasan dimulai, termasuk berkomunikasi dengan FIA dan manajemen F1. Namun, memulai tim baru dari nol menambah lapisan fundamental yang besar, dan Crolla memanfaatkan pengalamannya di Haas untuk melakukannya lagi di Cadillac.
Baca Juga Max Verstappen Tanggapi Maaf Antonelli, Norris Pilih Nomor 1 2026: Dampak Besar?“Saat itu, olahraga ini sangat berbeda,” kata Crolla mengenang masa-masa membantu Haas berdiri. “Kami masih berada di era Bernie Ecclestone. Skala adalah hal besar, dan ini juga pertama kalinya saya melakukannya. Itu menarik. Saya bekerja dengan orang-orang hebat selama periode itu dan belajar banyak. Saya pikir itu membekali saya dengan baik untuk melakukannya untuk kedua kalinya.”
Ketika ditanya pelajaran kunci dari Haas, Crolla menjawab: “Saya pikir kalender dan persyaratan...” (wawancara terpotong). Namun, satu hal yang jelas: membangun tim dari nol di F1 adalah peluang langka yang hanya dimiliki sedikit orang, dan Crolla beruntung mendapatkannya dua kali.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!