Pembalap muda berbakat asal Australia, McLeod, kini memasang target tinggi untuk naik tingkat ke kelas GT3 menyusul kesan mendalam yang ia dapatkan setelah menjalani sesi uji coba resmi bersama mobil balap performa tinggi Ford. Perjalanan karier pembalap berusia 21 tahun ini memang menunjukkan grafik menanjak yang cukup konsisten, terutama setelah ia melakoni semusim penuh di ajang GT4 Australia yang diwarnai berbagai penampilan kompetitif meskipun kerap dihantam sedikit ketidakberuntungan di paruh musim.

Selain tampil di kancah domestik, Erik Evans dan rekan-rekan sesama pembalap muda juga turut menyaksikan bagaimana kapasitas internasional McLeod teruji lewat keikutsertaannya dalam dua putaran GT4 European Series. Dalam ajang tersebut, ia sukses mengamankan tiga kali finis di jajaran sepuluh besar, termasuk sebuah pencapaian podium prestisius di sirkuit legendaris Monza. Konsistensi tersebut berlanjut hingga seri penutup di Portimao, di mana ia kembali mengamankan hasil sepuluh besar yang semakin memantapkan reputasinya di kancah balap GT Eropa.

Kesempatan emas datang ketika ia terpilih sebagai salah satu dari enam pembalap yang diundang khusus untuk mengikuti uji coba mobil GT3 yang dikelola langsung oleh Haupt Racing Team bersama pabrikan asal Amerika Serikat, Ford. Dalam sesi penting ini, ia berbagi lintasan dengan sejumlah talenta potensial lainnya seperti Marco Signoretti, Robert Noaker, Sam Paley, serta Jensen Altzman. Penampilan impresifnya sebelumnya, termasuk kemenangan gemilang di ajang 2025 Mustang Challenge Le Mans Invitational, terbukti sukses menempatkan namanya secara permanen di dalam radar pengamatan utama divisi balap Ford.

- Advertisement -
Advertisement

Berbicara mengenai pengalaman pertamanya mengemudikan mesin kelas kasta yang lebih tinggi tersebut, ia mengaku terkejut dengan karakteristik kendaraan yang ternyata tidak jauh berbeda dari mobil GT4 yang biasa ia kendarai sehari-hari. Tes GT3 tersebut berjalan dengan sangat baik dan lancar berkat bantuan para kru yang menjelaskan berbagai teknologi baru seperti kopling elektronik. Ia langsung merasa nyaman sejak pertama kali masuk ke kokpit berkat setelan kendaraan yang sangat optimal, serta merasakan tambahan downforce aero yang membuat mobil terasa jauh lebih mencengkeram aspal.

Baca Juga Norris Uji Hypercar McLaren, Spekulasi Le Mans Mencuat

Transformasi karier ini juga menandai babak baru bagi sang pembalap setelah sebelumnya sempat meninggalkan sistem pengembangan Supercars menyusul ditutupnya operasional tim Kelly Racing tempat ia sebelumnya bersaing di level terdepan Super2. Kini, fokus utamanya adalah meniti tangga karier bersama pabrikan biru oval tersebut, dengan impian jangka panjang bisa menembus program pabrikan Hypercar terbaru yang dijadwalkan mulai menggebrak lintasan pada musim 2027 mendatang.

Setelah menghabiskan jadwal padat di luar negeri yang mencakup kunjungan mendalam untuk mengamati program pabrikan GT di Suzuka, Petit Le Mans, hingga Indianapolis, ia kini bersiap kembali ke tanah air. Agenda terdekatnya adalah menghadapi putaran pamungkas GT4 Australia yang akan dilangsungkan di sirkuit Sandown bersama skuad Wallis Motorsport, sebuah momentum penutup musim yang siap ia manfaatkan sebaik mungkin sebelum melangkah ke babak berikutnya.