Formula 1, Nusantara Media - Mayoritas penggemar Formula 1 menilai FIA keliru dalam mengambil tindakan terkait polemik rasio kompresi mesin yang mencuat menjelang musim 2026.

Isu tersebut muncul setelah pabrikan rival meminta klarifikasi terhadap dugaan bahwa Mercedes menemukan celah regulasi untuk menjalankan mesin pada rasio kompresi 18:1 saat mobil berada di lintasan. Pengukuran teknis sebelumnya hanya dilakukan ketika mesin berada dalam kondisi dingin, sehingga pembacaan tidak mencerminkan kondisi operasional saat balapan.

Mercedes disebut mampu memanfaatkan celah tersebut dengan memastikan mesin tetap sesuai regulasi ketika berada pada suhu lingkungan (ambient temperature), sementara konfigurasi aktual saat suhu kerja berbeda. Situasi ini memicu perhatian regulator.

- Advertisement -

Sebagai respons, FIA mengumumkan pembaruan regulasi teknis yang mulai berlaku 1 Juni, di mana pemeriksaan rasio kompresi akan dilakukan pada suhu 130°C. Langkah ini dipandang sebagai upaya menutup potensi keuntungan teknis yang mungkin telah dimanfaatkan, dengan implementasi setelah tujuh seri awal musim.

Dalam jajak pendapat terhadap penggemar, lebih dari 67 persen responden menyatakan bahwa FIA seharusnya tidak mengambil tindakan tersebut. Mayoritas berpendapat bahwa mendorong batas regulasi dan memanfaatkan celah teknis merupakan bagian inheren dari karakter Formula 1 sebagai ajang inovasi teknologi tingkat tinggi.

Pandangan tersebut mencerminkan perdebatan klasik di F1 antara inovasi teknis dan interpretasi regulasi. Sepanjang sejarah kejuaraan, sejumlah tim kerap mengeksplorasi area abu-abu dalam peraturan sebelum akhirnya regulator melakukan klarifikasi atau revisi.

Dengan perubahan teknis yang akan mulai diterapkan pertengahan musim, dampaknya terhadap keseimbangan kompetitif akan menjadi sorotan pada paruh kedua kalender 2026.