Tekanan fisik yang luar biasa dari kalender Formula 1 kembali memakan korban menjelang akhir musim kompetisi yang panjang melelahkan. Juara dunia empat kali, Max Verstappen, secara terbuka menyoroti betapa beratnya tuntutan fisik dari jadwal balapan yang padat setelah dua rivalnya dilaporkan jatuh sakit jelang Grand Prix Mexico City.
Situasi kurang mengenakkan ini menimpa pembalap Mercedes Andrea Kimi Antonelli dan pembalap Cadillac Valtteri Bottas, yang terpaksa harus absen dari seluruh kewajiban hari media pada hari Kamis akibat kondisi kesehatan yang menurun. Absennya kedua pembalap ini langsung menarik perhatian paddock dan memicu perdebatan mengenai batas ketahanan fisik para insan yang terlibat di dalam ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia ini.
Pihak tim Mercedes memberikan penjelasan resmi bahwa pembalap muda asal Italia yang berusia 20 tahun tersebut harus diistirahatkan agar bisa memulihkan diri secara total dari penyakit virus yang tengah menyerangnya. Sementara itu, kubu Cadillac juga mengonfirmasi bahwa Valtteri Bottas tidak dapat hadir dalam sesi jumpa pers karena mengalami kondisi tubuh yang kurang sehat akibat penyakit yang belum dirinci secara spesifik oleh tim.
Menanggapi situasi di mana rekan sesama pembalap harus tumbang di tengah musim, Max Verstappen menilai bahwa kondisi semacam ini sebenarnya merupakan sesuatu yang lumrah terjadi ketika kejuaraan memasuki fase-fase akhir dari sebuah musim yang sangat brutal. Kalender balap F1 musim ini sendiri menyajikan total 23 seri balapan dan saat ini sedang berada di tengah rangkaian triple-header kedua dari tiga rangkaian balapan beruntun untuk menutup musim.
Dilansir dari Crash.net, beban perjalanan dan jadwal yang padat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi biologis para pembalap maupun anggota tim. Verstappen menjelaskan kepada para wartawan di Mexico City, Hal tersebut tentu saja sangat berat bagi tubuh Anda, seperti tiga minggu berturut-turut. Terkadang Anda bisa sedikit kurang beruntung dengan apa pun, seperti gangguan pencernaan.
Pembalap asal Belanda tersebut menambahkan bahwa penurunan kondisi tubuh biasanya memang kerap terjadi pada periode akhir tahun seperti sekarang ini, yang tidak hanya menyerang para pembalap saja, melainkan juga para mekanik serta seluruh anggota staf di dalam tim. Kapasitas tubuh manusia dalam menahan stres dan kelelahan memiliki batas maksimal, dan pada titik tertentu tubuh akan memberikan sinyal ketika membutuhkan fase pemulihan yang memadai.
Baca Juga F1 Diminta Tak Buru-Buru Ubah Aturan Usai Norris Kehilangan KemenanganHal itu adalah sesuatu yang harus Anda tangani dengan serius, lanjut Verstappen menguraikan analisisnya mengenai manajemen kelelahan di paddock. Dan beberapa tahun berjalan sedikit lebih baik daripada tahun-tahun lainnya. Saya pikir Anda juga mencoba belajar sedikit seiring dengan bertambahnya musim yang Anda jalani. Terkadang beberapa hal tidak dapat dicegah. Namun yang pasti, ini selalu sangat berat.
Selain masalah kelelahan fisik secara umum, tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh para pembalap di tengah jadwal padat adalah ketidakmampuan untuk pulang ke rumah demi berkumpul bersama keluarga tercinta di sela-sela balapan beruntun. Bagi peraih banyak gelar juara dunia ini, aspek psikologis berupa kerinduan terhadap keluarga merupakan salah satu hal yang paling tidak ia nikmati dari format triple-header modern.
Di sisi lain, situasi penyelenggaraan kejuaraan dunia tahun ini juga masih dibayangi oleh ketidakpastian global akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Pertanyaan besar masih mengelilingi apakah sisa kalender musim ini dapat berjalan sesuai rencana awal, mengingat ada dua seri penutup di Qatar dan Abu Dhabi yang masing-masing dijadwalkan pada akhir November dan awal Desember mendatang.
Apabila rangkaian balapan di kawasan Timur Tengah tersebut terpaksa dibatalkan karena alasan keamanan, pihak penyelenggara Formula 1 telah menyiapkan rencana darurat untuk merampungkan kejuaraan di sirkuit Imola setelah melalui total 22 putaran balapan sepanjang musim yang penuh drama ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!