Juara dunia Max Verstappen mengungkapkan bahwa kurangnya waktu persiapan yang memadai menjadi sebuah hambatan besar bagi potensi reuni dirinya dengan mantan rekan setimnya di Formula 1, Daniel Ricciardo, dalam ajang balap ketahanan bergengsi Le Mans 24 Hours. Wacana duet maut ini sebelumnya sempat mencuat setelah Ricciardo mengisyaratkan ketertarikannya untuk kembali turun lintasan dalam format balapan satu kali atau one-off event demi mendapatkan penutupan karier balap yang lebih berkesan.

Ricciardo sendiri sebelumnya sempat menyatakan bahwa hari-hari balapannya sebagai pebalap reguler telah usai pada September tahun lalu, terutama setelah dirinya mengemban peran sebagai Duta Global Ford Racing. Perjalanan karier pebalap asal Australia peraih delapan kemenangan Grand Prix ini memang diwarnai dinamika pelik, mulai dari meninggalkan McLaren lebih cepat pada akhir 2022, kembali ke pangkuan Red Bull sebagai pebalap ketiga, hingga akhirnya harus kembali terdepak dari grid bersama tim Racing Bulls sebelum musim 2024 berakhir sepenuhnya.

Meski demikian, gagasan untuk berbagi kokpit di Le Mans bersama Verstappen sempat dilontarkan oleh Ricciardo melalui siniar Beyond The Grid. Dalam kesempatan tersebut, ia merasa bahwa mengakhiri karier balap dengan cara yang ia tentukan sendiri akan memberikan ketenangan batin. Ricciardo bahkan dengan terang-terangan menyebut nama Verstappen sebagai prioritas utama dalam daftar rekan setim impiannya jika proyek tersebut benar-benar terwujud di masa depan.

- Advertisement -
Advertisement

Peluang kerja sama ini sejatinya didukung oleh jalur yang cukup masuk akal melalui Ford, yang bertindak sebagai mitra mesin Red Bull sekaligus entitas tempat Ricciardo bernaung sebagai duta. Pabrikan asal Amerika Serikat tersebut dikabarkan tengah mempersiapkan proyek hypercar baru untuk bersaing memperebutkan kemenangan di Le Mans, serta memiliki ketertarikan besar untuk menarik Verstappen dan Ricciardo ke dalam program kompetitif mereka.

Baca Juga Calado Waspadai Degradasi Ban dan Cuaca Ekstrem di Barcelona

Menanggapi pinangan tersebut, Verstappen memberikan respons santai namun realistis. Ia berkelakar bahwa rekannya itu adalah orang yang pintar karena memilih dirinya sebagai rekan satu tim, namun menegaskan bahwa realisasi rencana tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan. Bagi pebalap asal Belanda ini, komitmen terhadap Le Mans menuntut persiapan yang sangat serius dan matang yang saat ini belum bisa ia penuhi di tengah kesibukan jadwal padat di luar ajang Formula 1.