Dunia balap motor kembali dihebohkan dengan dinamika bursa transfer jelang musim kompetisi mendatang. Kepastian mengenai hengkangnya Danilo Petrucci dari skuad pabrikan BMW di ajang Kejuaraan Dunia Superbike sebenarnya sudah tercium sejak beberapa bulan lalu. Sang pembalap berpengalaman ini harus rela melepas kursi utamanya menyusul musim yang berjalan sangat berat serta diwarnai berbagai cedera, yang membuat manajemen harus membuka jalan bagi kedatangan pembalap asal Afrika Selatan, Brad Binder, yang merapat dari kancah MotoGP dan KTM.
Meskipun harus meninggalkan posisinya saat ini, divisi balap pabrikan asal Jerman tersebut sempat berupaya membantu Petrucci mencari pelabuhan baru. Mereka menjembatani komunikasi dengan skuad OrangeCat yang berlaga di kejuaraan nasional MotoAmerica. Pada pertengahan September silam, Petrucci bahkan sempat bertolak menuju Austin, Texas, untuk menghabiskan waktu bersama tim tersebut. Tim yang penuh dedikasi itu bahkan secara khusus mengatur sesi latihan privat di mana pembalap Italia tersebut melahap sekitar 30 putaran di atas motor versi standar. Kendati demikian, kesepakatan kontrak urung tercapai karena skuad Amerika Serikat itu akhirnya menjatuhkan pilihan pada pembalap muda untuk mendampingi wakil juara Sean Dylan Kelly.
Harapan sempat kembali menyala ketika muncul peluang bagi Petrucci untuk bertahan di ajang Superbike melalui pintu tim independen Ducati, yakni Go Eleven. Tim satelit tersebut berencana melakukan ekspansi besar-besaran dengan menurunkan dua unit motor di grid start. Namun, setelah melalui serangkaian diskusi mendalam, manajemen tim menyadari bahwa permintaan khusus Petrucci terkait personel serta alur kerja tidak dapat dipenuhi, setidaknya pada musim perdana mereka mengoperasikan dua motor sekaligus. Alhasil, kursi kedua tersebut kini diperebutkan oleh juara Superbike Italia Alessandro Delbianco serta juara dunia Supersport Albert Arenas.
Dengan tertutupnya peluang di OrangeCat dan Go Eleven, situasi finansial dan profesional sang pembalap semakin mendesak. Beberapa hari lalu, sebuah opsi baru sempat muncul ketika ia dihubungi oleh skuad Attack Performance Progressive Yamaha, tim yang baru saja mengamankan gelar juara MotoAmerica bersama Bobby Fong. Setelah pintu di tim-tim sebelumnya tertutup rapat, opsi bersama Yamaha ini menjadi sisa peluang paling realistis bagi sang pemenang balapan MotoGP dan WorldSBK tersebut jika ingin tetap membalap di level profesional pada musim depan. Pihak manajemen sang pembalap sendiri menilai langkah ini sebagai sebuah prospek yang sangat menjanjikan dan masuk akal di tengah situasi pelik ini.
Baca Juga Montella Kokoh di P3 WorldSBK: Perburuan yang Tak Boleh Dilupakan
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!