Perubahan besar tengah melanda ajang Kejuaraan Dunia Balap Motor Wanita atau Women's World Championship (WCR) setelah promotor baru Liberty mengumumkan kontrak kerja sama dengan pabrikan asal Tiongkok, CF Moto. Mulai musim 2027 mendatang, kejuaraan resmi meninggalkan mesin R7-Twins dari Yamaha yang telah digunakan selama tiga tahun terakhir, dan beralih sepenuhnya menggunakan mesin tiga silinder CF Moto 675SR-R. Keputusan strategis tingkat tinggi ini langsung memicu efek domino yang masif, memaksa struktur tim peserta melakukan perombakan total, termasuk bagi tim yang menaungi bintang balap wanita papan atas.

Dampak paling nyata dirasakan oleh Beatriz Neila bersama rekan setimnya, Chloe Jones, yang dipastikan harus mencari pelabuhan baru untuk kelanjutan karier balap mereka setelah musim kompetisi ini berakhir. Musim ini sendiri menyisakan pertarungan ketat di Sirkuit Jerez, Spanyol, di mana Maria Herrera memegang keunggulan 44 poin jelang akhir pekan penentuan, menyisakan jarak tipis dengan Neila yang sebelumnya nyaris mengamankan gelar juara dunia musim lalu.

Sebagai tim independen yang dikelola oleh Crescent namun juga berstatus sebagai skuad pabrikan resmi Yamaha di ajang WorldSBK, situasi politik pabrikan membuat mereka tidak memiliki opsi lain selain menarik diri dari kejuaraan wanita tersebut. Regulasi dan ikatan emosional maupun komersial dengan satu pabrikan tertentu membuat keikutsertaan menggunakan mesin dari merek rival menjadi hal yang mustahil untuk diwujudkan dalam struktur tim pabrikan.

- Advertisement -
Advertisement

Team Principal Crescent, Paul Denning, memberikan penjelasan mendalam terkait langkah berat yang harus diambil oleh organisasinya saat ditemui di Jerez. Menurut Denning, keterikatan sebagai representasi resmi pabrikan garpu tala di ajang Superbike membuat timnya terbentur aturan internal yang ketat ketika promotor kejuaraan memutuskan beralih merek.

"Our team is independent and from Crescent, but we are also the official Yamaha factory team in the Superbike World Championship, we represent the manufacturer Yamaha," ungkap Paul Denning kepada SPEEDWEEK.com saat menjelaskan posisi dilematis yang dihadapi krunya di Jerez.

Baca Juga Dominasi Sempurna Nicolo Bulega di Estoril Ukir Rekor Baru

Denning menambahkan bahwa situasi tersebut secara otomatis menutup pintu bagi kelanjutan keikutsertaan mereka di kelas balap wanita tersebut. Konsekuensi dari penggunaan mesin dari pabrikan pesaing membuat struktur operasional mereka tidak lagi sejalan dengan komitmen utama pabrikan yang mereka wakili di ajang level dunia lainnya.

"That makes it impossible for us to continue being part of the championship when racing with machines from a competitor. We can no longer act as a team, but perhaps we can help them with personal support to move forward – with Beatriz as a person and rider we had a nice journey," imbuh Denning menegaskan akhir dari perjalanan skuad Crescent di kejuaraan wanita.

Di sisi lain, Denning juga menyoroti aspek finansial dan status citra yang selama ini dinikmati oleh para pembalap di bawah naungan tim pabrikan besar. Selama bernaung di bawah payung Crescent, Neila mendapatkan akses istimewa dalam hal pencarian sponsor, platform komunikasi global, serta kesempatan berdampingan dengan para pebalap top dunia seperti Jonathan Rea, Andrea Locatelli, dan Xavi Vierge, yang mendongkrak nilai tawar komersialnya di mata sponsor besar seperti Monster dan Ampito.