Kepala Tim Haas, Ayao Komatsu, secara tegas mengungkapkan bahwa keputusan timnya untuk merekrut Rafael Camara untuk kursi balap Formula 1 musim 2027 murni didasarkan pada performa kecepatan dan kemampuan adaptasi yang luar biasa di atas lintasan, alih-alih sekadar pertimbangan hubungan dekat dengan akademi pebalap Ferrari.
Dalam proses evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh skuad asal Amerika Serikat tersebut guna mempersiapkan susunan pebalap untuk tahun 2027, Haas menggelar serangkaian sesi pengujian menggunakan mobil spek lama atau yang dikenal sebagai program testing of previous cars (TPC). Melalui program krusial ini, tim memberikan kesempatan kepada sejumlah nama potensial untuk membuktikan kapasitas mereka di balik kemudi mesin Formula 1.
Beberapa nama besar yang turut ambil bagian dalam evaluasi ketat ini meliputi pemimpin klasemen sementara Formula 2 saat itu, Rafael Camara, juara bertahan Formula 2 Leonardo Fornaroli, serta pebalap cadangan berpengalaman Ryo Hirakawa dan Jack Doohan. Persaingan di antara para kandidat ini berlangsung sangat kompetitif mengingat taruhannya adalah satu kursi balap di ajang kelas premier.
Titik balik utama dalam penilaian tersebut terjadi ketika Rafael Camara melakoni sesi tes perdananya di sirkuit Portimao, Portugal. Di lintasan teknis tersebut, pebalap muda berbakat asal Brasil ini langsung memukau para petinggi Haas berkat catatan waktu yang impresif serta kemampuannya yang sangat matang dalam mengatasi perubahan kondisi lintasan yang dinamis sepanjang sesi pengujian berlangsung.
Ayao Komatsu tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya atas penampilan anak asuhnya itu selama di Portugal. Komatsu secara terbuka menyatakan bahwa performa yang ditunjukkan oleh sang pebalap muda di sirkuit Portimao berada di level yang sangat luar biasa dan langsung mencuri perhatian seluruh jajaran petinggi tim teknik Haas.
"Dia adalah yang tercepat, itu adalah jawaban yang sangat sederhana," ujar Komatsu mengenai alasan utama di balik perekrutan tersebut. "Tentu saja, dia sangat mengesankan. Saya selalu mengatakan bahwa kami akan memilih pebalap berdasarkan performa. Dan melalui evaluasi-evaluasi tersebut, Rafa baru saja menunjukkan kecepatan dan feeling yang luar biasa. Jadi itu adalah faktor penentu yang paling utama di atas segalanya."
Meskipun Haas memiliki kemitraan strategis yang sangat erat dengan Ferrari yang memberikan mereka akses istimewa ke jajaran pebalap akademi FDA, Komatsu menekankan bahwa hubungan baik tersebut bukanlah satu-satunya alasan utama di balik kontrak jangka panjang ini. Kemitraan tersebut memang membuka jalan bagi Haas untuk memantau perkembangan bakat-bakat luar biasa seperti Oliver Bearman di masa lalu, namun eksekusi akhir di trek tetap menjadi penentu mutlak.
Baca Juga Max Verstappen Rebut Pole GP Singapura Usai Kalahkan Ferrari"Kami memiliki hubungan yang baik dengan Ferrari, seperti yang Anda semua tahu, tetapi itu hanya berarti memberi kami akses ke pebalap FDA," lanjut Komatsu menjelaskan dinamika kerja sama timnya dengan pabrikan asal Maranello tersebut. "Ketika kami menurunkan Oli di latihan bebas pertama Meksiko pada 2023, itu sebagian besar karena alasan tersebut. Kemudian kami sangat terkesan, jadi kami meminta dia untuk melakukan enam sesi latihan bebas di tahun berikutnya."
Komatsu menambahkan bahwa pola pemantauan serupa juga diterapkan kepada Rafael Camara setelah melihat konsistensi penampilan sang pebalap di berbagai seri kompetisi junior. Kemampuannya mencatatkan waktu kualifikasi yang kompetitif di sirkuit sulit sepertiMonako dan Montreal dalam ajang Formula 2 semakin memperkuat keyakinan manajemen Haas bahwa sang pebalap memiliki potensi genetik kecepatan yang sangat jarang ditemukan pada pebalap seumurannya.
"Dan kemudian Rafa adalah hal yang sama. Kami memantau kemajuannya. Dan kemudian kualifikasinya seperti Monako dan Montreal di Formula 2, apa yang telah dia lakukan tahun ini, sangat mengesankan. Jadi memiliki hubungan itu memberi kami kesempatan untuk memiliki akses ke Rafa. Dan kemudian dalam tes TPC Portimao, dia benar-benar luar biasa," tegas sang Kepala Tim.
Meskipun menyadari bahwa setiap keputusan perekrutan pebalap debutan selalu menghadirkan unsur risiko tersendiri bagi masa depan tim, Komatsu memilih untuk fokus pada keunggulan alami yang dimiliki oleh Camara. Menurutnya, aspek teknis balap tertentu masih dapat diasah dan ditingkatkan melalui kerja sama intensif di dalam garasi, namun insting kecepatan murni merupakan bakat alami yang tidak dapat diajarkan melalui metode pelatihan biasa.
"Saya benar-benar tidak memiliki kekhawatiran besar. Tentu saja, ada risiko yang terlibat dalam setiap keputusan yang Anda ambil. Tapi bagi saya, kami sangat ingin memilih seseorang yang memiliki kecepatan dan feeling alami ini, karena itu adalah sesuatu yang tidak dapat Anda ajarkan," pungkas Komatsu.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!