Marc Marquez mengungkapkan bahwa manuver berisiko yang dilakukannya terhadap Marco Bezzecchi di awal sprint MotoGP Aragon adalah satu-satunya cara untuk mengalahkan pembalap Aprilia tersebut. Dalam balapan 11 lap yang berlangsung intens, keputusan berani itu terbukti tepat sasaran.

Bezzecchi memang tampil mengesankan dengan merebut pole position dari Marc Marquez pada Sabtu pagi, memecahkan rekor lap. Namun, pada sprint, ia memilih ban belakang soft, sementara Marquez mengambil opsi medium yang lebih aman. Perbedaan strategi ini menjadi kunci duel sengit di tikungan pertama.

“Saat saya melihat Marco memakai soft, itu adalah satu-satunya peluang untuk menyerang di tikungan pertama,” ujar Marquez yang meraih kemenangan sprint ke-20 dalam kariernya. “Saya tahu tikungan itu adalah area di mana saya kuat, dan jika memimpin, saya bisa mengontrol ritme balapan dengan lebih baik.”

- Advertisement -
Advertisement

Manuver itu memang berisiko, tetapi Marquez menegaskan bahwa itu adalah bagian dari balapan. “Ketika Anda hanya punya satu pembalap di depan, mudah untuk menyerang. Jika melakukan kesalahan, masih ada area run-off. Tentu saja berisiko, tapi itulah balapan,” tambahnya.

Baca Juga Marini Akui Ada Peluang ke Yamaha Sebelum Pilih Tech3 KTM

Keputusan Marquez untuk memakai ban medium juga didasari pengalaman buruk di Silverstone. “Semua pembalap Ducati pakai medium karena soft yang sama seperti di Silverstone, dan pagi ini kami mengalami masalah graining yang sama. Tidak ada gunanya mengambil risiko itu,” jelasnya.

Meski gagal meraih pole, Marquez tidak kecewa. “Saya sudah melakukan lap yang bagus. Marco lebih cepat, dan ketika Anda sudah tampil maksimal, Anda tidak bisa kecewa,” pungkasnya.