Manajer tim Ducati MotoGP, Davide Tardozzi, mengaku bahwa masalah lengan kanan Marc Marquez di Grand Prix Inggris menjadi kejutan bagi timnya. Ungkapan itu muncul setelah Marquez mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki kendali atas lengannya selama balapan di Silverstone.

Marquez, yang merupakan juara dunia tujuh kali, mengalami cedera bahu kanan yang rumit setelah kecelakaan dengan Marco Bezzecchi pada Oktober lalu di Indonesia. Sejak awal musim 2026, ia berjuang melawan masalah di mana logam di lengannya menyentuh saraf radial, yang mengganggu gaya balapnya. Setelah menjalani operasi pada Grand Prix Prancis, Marc Marquez bangkit dengan tiga kemenangan beruntun di Hungaria, Ceko, dan Jerman, memangkas defisit 102 poin di klasemen menjadi hanya 18 poin.

Namun, saat jeda musim panas usai, Marquez tiba di Silverstone dengan kondisi yang ia akui "apa adanya". Ia harus beradaptasi dengan keterbatasan fisiknya. Hasilnya, ia hanya mampu finis kesembilan di sprint dan ketujuh di balapan utama. Dalam video di belakang layar setelah balapan, ia mengaku kepada timnya bahwa ia "tidak punya kendali" atas lengan kanannya.

- Advertisement -
Advertisement

Pada hari Kamis di Aragon, Marquez menjelaskan bahwa ia kehabisan energi pada hari Minggu karena mencoba menyerang akhir pekan dengan cara normal. Pernyataan ini memicu reaksi Tardozzi saat ditanya di Aragon. "Jujur, ini kejutan bagi kami juga karena kami yakin jeda musim panas membantunya," ujar Tardozzi. "Tapi seperti yang sudah saya katakan beberapa bulan lalu, pada bulan September kita akan melihat potensi asli Marc. Saya harap setelah balapan ini, Misano, dan Austria, kami akan punya ekspektasi yang realistis."

Baca Juga Racesport Premium: Setahun Penuh Tanpa Gangguan Iklan

Di Aragon, Marquez menunjukkan performa yang lebih kompetitif sejauh ini. Sirkuit yang berlawanan arah jarum jam ini lebih ramah terhadap kondisi fisiknya. Ia menjadi yang tercepat di FP1 dan memecahkan rekor lap di sesi latihan Jumat sore, meski hanya finis ketiga di akhir sesi. Namun, berbeda dengan Marco Bezzecchi dan Alex Marquez yang di depannya, Marquez tidak memasang ban belakang soft baru untuk percobaan terakhirnya.

Marquez adalah pemenang tujuh kali MotoGP di Aragon. Ia pernah mengungkapkan bahwa ia langsung tahu sirkuit ini cocok untuknya saat pertama kali mengujinya dengan motor 125cc karena ia bisa mengimbangi motor Moto2. Dengan kondisi lengan yang masih menjadi perhatian, akankah Marquez mampu tampil maksimal di Aragon? Tardozzi dan seluruh tim Ducati pasti berharap demikian.