Pol Espargaro akan kembali turun balapan MotoGP untuk kedua kalinya menggantikan Maverick Vinales akhir pekan ini di Aragon. Namun, kehadirannya di grid bukanlah situasi ideal bagi KTM.

Sejak pensiun dari balapan penuh waktu pada akhir 2023, Pol Espargaro menjadi aset berharga bagi KTM sebagai test rider. Kemampuannya membawa performa tinggi saat menguji komponen baru sulit ditandingi pembalap penguji lain, termasuk Dani Pedrosa yang sudah pensiun sejak delapan tahun lalu. Ia juga kerap menjadi penyelamat saat KTM kehilangan pembalap akibat cedera, dengan kompetensi yang solid.

Espargaro pertama kali menggantikan Vinales saat pembalap asal Spanyol itu cedera bahu di Jerman pada Juli lalu. Kini, ia kembali dipercaya mengisi kursi Red Bull KTM Tech3 di Silverstone dan Aragon karena Vinales masih berkutat dengan cedera. Namun, dengan revolusi teknis MotoGP 2027 yang semakin dekat, waktu Espargaro mungkin lebih berharga jika difokuskan untuk menguji motor 850cc yang akan debut kurang dari enam bulan lagi.

- Advertisement -
Advertisement

Bagi Pit Beirer, direktur motorsport KTM, ada keinginan kuat agar Vinales segera kembali ke Tech3 agar Espargaro bisa fokus pada tugas pengujian. Namun, Beirer juga sadar bahwa kepulangan Vinales tidak bisa dipaksakan.

"Sangat disayangkan, bahunya butuh waktu lama untuk pulih, lalu sekrupnya keluar dan mengiritasi bagian lain," ujar Beirer kepada MotoGP world feed saat FP2 di Aragon. "Sekarang ada cedera ligamen lain, dan tidak ada yang bisa memberi tahu saya kapan ini terjadi, apakah dari kecelakaan lain atau sudah ada dari awal – saya benar-benar tidak tahu."

Baca Juga Ogura Akui Defisit Pengalaman MotoGP di Aragon: Tak Bisa Putar Waktu

"Faktanya dia mengalami cedera lagi, dan kami berkata, 'Selama dia belum fit, dia tidak akan membalap'. Itu tidak membantu, baik untuknya maupun kami. Kami menunggu Maverick kembali. Dia bagian dari kami dan kami menginginkannya kembali," tambah Beirer.

Beirer juga mengakui peran penting Espargaro, "Saya sangat senang Pol bisa turun, kita semua tahu pria positif ini saat dia bergabung dalam proyek. Tapi kami juga membutuhkannya untuk terus mengerjakan motor 850cc. Jadi, kami tidak menikmati memiliki Pol di sini dan Maverick di rumah – kami butuh Maverick di sini dan Pol di program tes."

Absennya Vinales jelas menjadi pukulan bagi KTM, terutama di tengah persaingan ketat MotoGP. Namun, prioritas jangka panjang pengembangan motor 850cc tampaknya menjadi pertimbangan utama tim asal Austria tersebut.