Luca Marini mengakui bahwa dirinya sempat memiliki peluang untuk bergabung dengan Yamaha pada MotoGP 2027, sebelum akhirnya memilih bertahan di keluarga KTM bersama Tech3. Pernyataan ini ia sampaikan dalam konferensi pers jelang Grand Prix Aragon, Kamis (21/8/2025), menjawab spekulasi yang sempat mengaitkannya dengan kursi pabrikan Iwata.

Pembalap asal Italia itu mengaku tidak ingin membahas detail negosiasi di depan publik, namun ia menegaskan bahwa keputusan yang diambilnya merupakan hasil pertimbangan matang. "Tentu ada peluang, tapi pada akhirnya setiap kali saya mencoba melakukan yang terbaik, bahkan berbicara dengan orang-orang tentang keputusan ini, semuanya berjalan seperti ini... dan saya hanya menikmati tahun depan," ujarnya dengan nada tenang.

Keputusan Marini untuk bergabung dengan Tech3 KTM terjadi setelah ia mendapat kabar bahwa kontraknya dengan Honda tidak diperpanjang untuk musim 2027. Meski demikian, ia mengaku tidak pernah merasa khawatir akan kehilangan tempat di grid MotoGP, karena ada beberapa opsi lain yang tersedia selain Yamaha.

- Advertisement -
Advertisement

Marini mengaku sempat merasa sedih ketika Honda memberitahukan keputusan tersebut, namun ia segera menerima dan fokus ke depan. "Saya sedikit sedih, tentu saja, tapi saya mengerti dan saya harus menerima ini dan move on. Sekarang saya sangat termotivasi dengan proyek baru ini," jelasnya, menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi perubahan karier.

Selama membela Honda, Marini merasa telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan RC213V, bukan hanya sebagai pembalap tapi juga sebagai pribadi. "Saya bangga dengan apa yang saya lakukan di sini, bekerja dengan orang-orang hebat di garasi saya. Semua memberi saya pelajaran berharga," katanya, menegaskan bahwa pengalaman itu akan menjadi bekal berharga di masa depan.

Baca Juga Aprilia Ubah Pendekatan Marco Bezzecchi: Tak Harus Menang Tiap Balapan

Kepindahan Marini ke Tech3 KTM menjadi bagian dari restrukturisasi besar-besaran lini pembalap KTM untuk 2027. Dengan pengalamannya mengembangkan motor Jepang, Marini diharapkan mampu membawa perspektif baru bagi pengembangan RC16, terutama dalam hal setelan dan karakteristik sasis.

Kini, Marini mengaku sepenuhnya fokus pada sisa musim 2025 bersama Honda. Targetnya jelas: konsisten berada di posisi sepuluh besar di setiap sesi dan balapan, sebagai bekal mental dan performa menuju babak baru kariernya di bawah bendera KTM.