Memaksimalkan keunggulan kecepatan Ferrari yang telah terlihat sejak sesi latihan bebas, Lewis Hamilton berhasil mengamankan posisi pole pertamanya berseragam tim Kuda Jingkrak pada ajang Formula 1 Grand Prix Meksiko City. Sesi kualifikasi ini berlangsung di tengah bayang-bayang ancaman cuaca hujan yang diprediksi bakal mengguyur jalannya balapan utama hari Minggu, menjadikan posisi start di grid terdepan sebagai aset paling berharga untuk mengarungi trek lurus panjang menuju Tikungan 1.
Menatap jalannya akhir pekan di Autodromo Hermanos Rodriguez, peta kekuatan di barisan depan sempat dipetakan oleh performa impresif Ferrari dan McLaren yang mendominasi catatan waktu latihan, sementara Mercedes turut menguntit di grup teratas. Di sisi lain, sang juara bertahan Max Verstappen bersama Red Bull tampak mengalami kendala kesulitan menemukan ritme kecepatan optimal di sirkuit berkelembapan dan ketinggian ekstrem ini, meski kapasitas mereka untuk merangsek ke barisan perebutan pole tetap tidak boleh diremehkan begitu saja oleh para rival.
Dinamika menarik langsung tersaji sejak awal rangkaian acara akhir pekan ketika pahlawan tuan rumah, Sergio Perez, terpaksa harus menjalani penggantian unit mesin sebelum sesi Q1 dimulai. Kendati demikian, langkah taktis tersebut masih berada di dalam batas alokasi regulasi tahunan sehingga pebalap asal Meksiko itu lolos dari ancaman hukuman penalti mundur posisi start. Sementara itu, paddock dihebohkan dengan debut kejutan dari pebalap pengganti Haas, Ryo Hirakawa, yang turun menggantikan Esteban Ocon dan mencatatkan sejarah sebagai pebalap Jepang pertama yang menembus ajang Formula 1 tanpa melalui kompetisi seri junior Eropa sejak Tora Takagi pada tahun 1998 silam.
Ketika lampu hijau menyala di ujung jalur pit, para pebalap langsung berbondong-bondong turun ke lintasan dengan balutan ban kompon lunak demi mencetak waktu aman dari gempuran evolusi trek yang sangat cepat. Namun, jalannya sesi kualifikasi fase pertama ini langsung terhenti secara dramatis saat bendera merah berkibar ketika waktu menunjukkan angka sebelas menit tersisa. Tim Aston Martin secara darurat memerintahkan pebalap senior mereka untuk menepikan kendaraan akibat indikasi masalah kebocoran sistem pendingin air yang terintegrasi dengan perangkat pemulihan energi ERS.
Baca Juga Peluang Pole Position di GP Meksiko: Analisis Performa Lando NorrisInsiden tersebut langsung memupus habis ambisi besar tim yang bermarkas di Silverstone itu untuk meloloskan kedua mobilnya ke fase Q2, sekaligus menyulut kemarahan sang juara dunia yang terlihat meluapkan kekecewaannya dengan memukul setir kemudi di kokpit mobilnya. Sesaat setelah lintasan kembali dibersihkan dan sesi dilanjutkan, ketegangan memuncak di barisan zona eliminasi hingga detik-detik akhir kibaran bendera finis menghentikan upaya para pebalap yang berjuang menghindari tersingkir lebih awal di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati tribun sirkuit.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!