Pembalap senior asal Inggris, Lewis Hamilton, secara terbuka mengakui bahwa dirinya sempat meremehkan kapabilitas teknis Red Bull di ajang Formula 1. Pengakuan jujur ini muncul setelah skuad yang berbasis di Milton Keynes tersebut menunjukkan lonjakan performa yang sangat impresif, terutama dalam menghadapi era regulasi baru F1 yang dimulai pada musim 2026 ini. Setelah sempat diprediksi akan mengalami masa-masa sulit dalam membangun mesin in-house pertama mereka, skuad asuhan pabrikan minuman berenergi tersebut justru sukses membalikkan semua prediksi negatif dengan serangkaian kemenangan dominan di tangan Max Verstappen.
Perjalanan Red Bull dalam membuktikan diri tidak lepas dari kerja keras mereka di bawah kemitraan baru dengan Ford. Banyak pihak, termasuk para petinggi pabrikan mapan, awalnya meragukan kapasitas mereka untuk menyaingi kekuatan mesin tradisional. Namun, kenyataan di atas lintasan berbicara lain ketika Verstappen mampu mengamankan kemenangan beruntun yang meyakinkan di Malaysia dan Singapura. Dominasi ini memicu perdebatan di antara para pembalap mengenai siapa yang sebenarnya memegang kendali atas paket mobil tercepat di grid musim ini.
Sebelumnya, juara dunia tujuh kali tersebut pernah melontarkan komentar kontroversial pada tahun 2011 dengan menyebut Red Bull sekadar sebagai perusahaan minuman. Meski telah menyatakan penyesalannya di masa lalu, Hamilton kembali menegaskan betapa kelirunya penilaian awal tersebut. Dalam keterangannya jelang Grand Prix Amerika Serikat, ia merespons klaim dari pembalap lain seperti Isack Hadjar yang sempat menilai bahwa Ferrari memiliki mobil tercepat di Singapura. Hamilton dengan sportif memuji pencapaian luar biasa yang diraih oleh para rival utamanya tersebut.
"Well, firstly, I think Isack is an amazing driver. We’re going to have different opinions there," ujar Hamilton memberikan pandangannya mengenai situasi kompetitif saat ini. Ia kemudian menambahkan pujian mendalam terkait bagaimana tim tersebut konsisten mengejutkan dunia balap profesional dari tahun ke tahun.
"Ultimately, they’ve done an amazing job. Red Bull have done an amazing job for many, many years. They continuously surprise me, and I put my hand up many, many years ago when I was younger," ungkap Hamilton mengenang kembali masa lalunya ketika ia meragukan kemampuan tim non-pabrikan murni untuk menandingi sejarah panjang tim-tim besar seperti McLaren atau Ferrari.
Baca Juga Russell Diminta Fokus 2027, Musim 2026 Dianggap SelesaiLebih lanjut, pembalap yang kini memperkuat panji-panji Ferrari tersebut menyoroti keraguan terbesarnya mengenai proyek mesin baru Red Bull. Ia meyakini bahwa mustahil bagi tim tanpa warisan mesin masif seperti Mercedes atau Ferrari untuk dapat mengungguli sumber daya, pengalaman, dan hak kekayaan intelektual yang dimiliki pabrikan raksasa tersebut. Kendati demikian, Red Bull sekali lagi sukses membuktikan bahwa analisis tersebut salah total dengan menghadirkan unit daya yang sangat kompetitif.
"And yet again, they proved us wrong, everybody wrong again, and they built the best engine," pungkas Hamilton menegaskan kualitas teknis mesin yang kini mengantar kesuksesan rival-rivalnya di barisan terdepan kejuaraan dunia balap mobil bergengsi tingkat internasional ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!