Akhir pekan balapan di Sirkuit Phillip Island menyisakan tantangan berat bagi Pedro Acosta setelah ia harus berjuang keras mengatasi berbagai kendala teknis pada motor pabrikan asal Austria tersebut. Pembalap muda asal Spanyol ini secara terbuka mengakui bahwa target realistis yang bisa ia amankan dalam balapan Sprint MotoGP Australia hanyalah membawa motornya melintasi garis finis dengan selamat. Masalah stabilitas dan getaran parah yang melanda kuda besi RC16 menjadi momok menakutkan yang membatasi potensi terbaiknya di lintasan kering.

Sejak lampu start padam, pembalap berjuluk El Tiburon ini langsung mengambil inisiatif agresif demi memperbaiki posisi di barisan depan. Berdasarkan laporan jurnalis senior Manuel Pecino, strategi awal tersebut memang sempat membuahkan hasil positif, namun keunggulan itu tidak bertahan lama ketika degradasi ban dan masalah performa mulai menggerogoti peluangnya. Acosta menjelaskan bahwa dirinya terpaksa memforsir ban di fase awal demi mengimbangi kecepatan para rival, sebuah langkah terpaksa yang akhirnya harus dibayar mahal pada paruh kedua lomba.

Apakah hasil hari ini sudah menjadi batas maksimal kemampuannya? "Ya, tidak banyak yang bisa dilakukan. Awalan yang bagus dan putaran pertama yang baik adalah satu-satunya kartu yang saya miliki di tangan. Saya mencoba sedikit lebih memforsir ban di awal untuk mencoba bertahan dengan mereka. Namun tenaga saya sudah habis. Memang benar saya kemudian sedikit menurunkan tempo, tetapi kenyataannya bukan saya yang melambat, melainkan mereka memang jauh lebih cepat dari saya, itu saja," ujar Acosta saat merinci jalannya balapan.

- Advertisement -
Advertisement

Memasuki tiga putaran terakhir, situasi di atas lintasan praktis sudah terkunci tanpa ada peluang nyata untuk melakukan serangan maupun ancaman dari pembalap di belakang. Acosta memilih untuk mengamankan posisi dan menghindari risiko kecelakaan yang tidak perlu di sektor-sektor krusial. "Kemudian, tiga putaran jelang finis, tidak ada lagi yang bisa dimenangkan di depan dan tidak ada yang perlu hilang di belakang. Saya hanya melaju dengan ritme saya sendiri dan menyelesaikan balapan. Itulah yang harus kami lakukan: membawa motor ke garis finis pada akhirnya. Saya kehilangan banyak waktu di tikungan terakhir itu. Saya juga sangat lambat di trek lurus, dan motor sangat tidak stabil di sektor tiga karena alasan itu," imbuhnya.

Baca Juga Raul Fernandez Absen di GP Australia Usai Cedera Jari Memburuk

Kendala utama yang terus berulang pada motor KTM terletak pada sektor sasis dan aerodinamika yang memicu getaran hebat pada kecepatan tinggi. Situasi ini membuat sang debutan harus bekerja ekstra keras di titik-titik pengereman berat, termasuk saat mendekati area krusial di sirkuit tepi laut Australia tersebut. Acosta menegaskan bahwa batas cengkeraman ban depan kian mengkhawatirkan ketika ia harus memaksa motor melahap tikungan demi tikungan dalam kondisi aspal yang kering.

Persoalan performa di atas lintasan kering seolah menjadi benang merah yang belum kunjung terpecahkan oleh tim sepanjang akhir pekan ini. Berbeda dengan sesi latihan bebas sebelumnya di mana potensi motor sempat terlihat kompetitif dalam kondisi setengah basah, transisi menuju lintasan kering justru menjatuhkan tingkat kepercayaan diri pembalap. Kendati demikian, secercah harapan muncul menjelang balapan utama hari Minggu, di mana opsi penggunaan ban kompon medium diharapkan mampu memberikan kestabilan lebih baik sekaligus meredam tingkat keausan ban yang ekstrem.