Sirkuit Austin kembali membuktikan diri sebagai salah satu ujian teknis paling menuntut dalam kalender balap, di mana karakteristik lintasannya yang sangat bervariasi mampu mengekspos kelebihan serta kelemahan setiap kontestan secara telanjang. Berdasarkan data telemetri dari sesi latihan bebas kedua Grand Prix Amerika Serikat, Max Verstappen bersama skuad Red Bull Racing tampil sebagai favorit terkuat setelah berhasil menemukan kompromi aerodinamika dan mekanik yang paling efektif di atas aspal Texas.

Di kubu Maranello, Ferrari menunjukkan respons positif yang cukup menjanjikan terhadap paket pembaruan aerodinamika terbaru yang dipasang pada mobil mereka. Berdasarkan laporan dari FormulaPassion, mobil balap Scuderia terlihat membawa tingkat downforce atau muatan aerodinamika yang sangat tinggi, bahkan melampaui beberapa rival terdekatnya, yang memberikan kestabilan luar biasa di berbagai tikungan.

Performa impresif tersebut sangat terasa ketika dikendalikan oleh Charles Leclerc, di mana sang pembalap asal Monako mampu mencatatkan kecepatan yang sangat kompetitif di tikungan medium-cepat hingga menyamai catatan waktu para pesaing utamanya. Keunggulan kestabilan bagian depan mobil membuat Leclerc mampu melakukan pengereman secara agresif saat memasuki tikungan lambat di sektor terakhir sirkuit.

- Advertisement -
Advertisement

Kendati demikian, tantangan besar masih harus dihadapi oleh tim Kuda Jingkrak terutama pada sektor lurus yang menjadi kelemahan krusial sejauh akhir pekan ini. Tim asal Italia tersebut tercatat kehilangan waktu hingga setengah detik penuh di area akselerasi penuh akibat manajemen energi dan penggunaan power unit spesifikasi lama, yang membuat mereka harus bekerja jauh lebih keras demi mengejar ketertinggalan kecepatan puncak dari para pesaing di depannya.

Baca Juga Alpine Pasang Target Berani Usai Gasly Rebut Pole Monza